Jakarta – Bursa kripto Bitget menduga peretas asal Korea Utara mungkin berada di balik pelanggaran keamanan yang berdampak pada aset digital senilai US$ 351,6 juta atau Rp 6,29 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.890). Hal itu berdasarkan bukti awal dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Mengutip CNBC, Jumat (25/9/2026), CEO Bitget, Gracy Chen menuturkan, penyelidik mengidentifikasi alamat protokol internet (IP) yang terkait dengan layanan VPN yang sebelumnya digunakan oleh kelompok peretas Korea Utara.
BACA JUGA:Intip Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini di Tengah Sentimen The Fed
BACA JUGA:Harga Kripto 25 September 2026: Bitcoin Menguat, XRP Memimpin Penguatan
Pola serangan itu juga menyerupai operasi sebelumnya yang dikaitkan dengan negara itu,” ujar dia.
Chen menuturkan, metode intrusi spesifik yang digunakan untuk menyusup ke sistem Bitget masih dalam tahap penyelidian teknis. Menurut Chen, Bitget mendeteksi transfer tidak sah dari sejumlah dompet pada Kamis sore waktu AS yang melibatkan 19 transfer dari bagian infrastruktur hot wallet dan warm wallet mereka. Sedangkan cold wallet tetap aman.
Aset yang terdampak meliputi Ether, XRP, USDT, USDC, Avalanche, dan BNB di jaringan Ethereum, XRP Ledger, Avalanche, BNB Smart Chain, dan Arbitrum. Estimasi awal data on-chain menyebutkan nilai aset yang keluar mencapai sekitar US$ 183 juta atau Rp 3,27 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.890), tetapi Bitget menyatakan, analisis tersebut belum mencakup aktivitas di seluruh jaringan blockchain yang terdampak.
Tim keamanan bursa menemukan, penyerang membobol sistem backend dompet yang krusial, menggunakannya untuk memanipulasi informasi transfer, dan memicu proses penandatanganan otorisasi Bitget. Chen menyatakan, pelanggaran tersebut telah berhasil diatasi, sehingga mencegah keluarnya aset lebih lanjut secara tidak sah.
Kemungkinan adanya kompromi pada kunci privat (private key) telah dikesampingkan, ujar dia.
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/08/20/1099693990.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
/2025/12/08/1288244716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356767/original/013627700_1790220690-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_10.21.532.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356435/original/065641400_1790167220-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_19.30.44.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400373/original/025506300_1762089346-Untitled.jpg)