• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Intip Strategi Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Kejar Kinerja Moncer di 2026

    Intip Strategi Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Kejar Kinerja Moncer di 2026

    Prospek Kawasan Industri 2026 Masih Cerah, HKI Ungkap Hambatan Ini

    Prospek Kawasan Industri 2026 Masih Cerah, HKI Ungkap Hambatan Ini

    Ekspor Lewat DSI Dimulai, Pengusaha Batubara Khawatir Hambatan Verifikasi

    Ekspor Lewat DSI Dimulai, Pengusaha Batubara Khawatir Hambatan Verifikasi

    Data Center dan EV Diproyeksi Jadi Motor Baru Permintaan Kawasan Industri pada 2026

    Data Center dan EV Diproyeksi Jadi Motor Baru Permintaan Kawasan Industri pada 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Intip Strategi Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Kejar Kinerja Moncer di 2026

    Intip Strategi Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Kejar Kinerja Moncer di 2026

    Prospek Kawasan Industri 2026 Masih Cerah, HKI Ungkap Hambatan Ini

    Prospek Kawasan Industri 2026 Masih Cerah, HKI Ungkap Hambatan Ini

    Ekspor Lewat DSI Dimulai, Pengusaha Batubara Khawatir Hambatan Verifikasi

    Ekspor Lewat DSI Dimulai, Pengusaha Batubara Khawatir Hambatan Verifikasi

    Data Center dan EV Diproyeksi Jadi Motor Baru Permintaan Kawasan Industri pada 2026

    Data Center dan EV Diproyeksi Jadi Motor Baru Permintaan Kawasan Industri pada 2026

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Rupiah Diproyeksi Lanjut Melemah pada Hari Ini (29/10)

Rupiah Diproyeksi Lanjut Melemah pada Hari Ini (29/10)

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-10-29
0

Rupiah Diproyeksi Lanjut Melemah pada Hari Ini (29/10)

wmhg.org – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi lanjut melemah pada perdagangan hari ini (29/10). Sekedar mengingatkan, rupiah spot ditutup melemah 0,49% ke posisi Rp 15.724 per dolar AS pada Senin (28/10).

Sejalan, rupiah Jisdor melemah sekitar 0,50% ke level Rp 15.729 per dolar AS di awal pekan ini.

Sentimen yang akan menyeret pergerakan rupiah masih datang dari konflik Timur Tengah yang memanas dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Dari dalam negeri, euforia dimulainya pemerintahan baru perlahan memudar.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengamati, tekanan eksternal telah memicu aksi jual di pasar Surat Utang Negara (SUN) dan menyeret rupiah ke level paling lemah dalam dua bulan terakhir.

Aset-aset yang dinilai lebih berisiko seperti mata uang emerging market (EM), termasuk rupiah, juga surat utang serta saham, ditinggalkan karena investor memitigasi memburuknya situasi pasar di pekan padat ini.

Pada saat yang sama, perkembangan politik baru di Jepang, serta kondisi kelesuan ekonomi China yang semakin menyeret kinerja korporasi di sana, membuat aset-aset emerging market Asia semakin tidak memiliki taji yang ampuh.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 15.724 Per Dolar AS Pada Hari Ini (28/10)

Meningkatnya risiko geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman,” jelas Nanang kepada Kontan.co.id, Senin (28/10).

Kabar mengenai serangan udara Israel ke Iran membuat pasar mencemaskan makin besarnya aksi penyerangan nantinya karena serangan balasan. Banyaknya korban sipil dan perluasan area konflik membuat pelaku pasar memilih memburu dolar.

Di satu sisi, Nanang menyoroti bahwa perburuan dolar AS di pekan ini akan dibayangi oleh serangkaian data ekonomi penting, di antaranya data ketenagakerjaan seperti JOLTS, ADP EMployment Change dan Non Farm Payroll (NFP). Semua data tersebut diproyeksikan bakal melambat.

Terlihat pelaku pasar melakukan aksi antisipasi dengan menguatnya indeks dolar dan bertahan di a tas 104. Sementara rupiah sedang dihadapkan pada penembusan area resisten Rp 15.700, maka ruang pelemahan lanjutan bisa kembali ke Rp 15.820 per saham.

Nanang menilai, euforia kabinet baru tidak mampu menopang rupiah lebih lama untuk menguat. Pasar kini tengah mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter pemerintahan yang baru di tengah situasi global yang tidak menentu.

Pada hari terakhir pekan ini, Jumat (1/11), S&P Global akan merilis PMI Manufaktur Indonesia bulan Oktober. Data ini menjadi penting karena untuk melihat kondisi aktivitas manufaktur di Indonesia, apakah sudah membaik atau tidak.

Sebelumnya pada September 2024, PMI Manufaktur Indonesia berada di angka 49.2. Hal ini menandai penurunan aktivitas pabrik selama tiga bulan berturut-turut, dengan output dan pesanan baru sama-sama menurun untuk bulan ketiga berturut-turut.

Selain itu, pesanan luar negeri menyusut dengan laju tertinggi sejak November 2022, turun untuk bulan ketujuh. Perusahaan merespons dengan mengurangi aktivitas pembelian, lebih memilih untuk memanfaatkan inventaris yang ada. Di sisi lain, lapangan kerja tumbuh untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

Nanang menambahkan, angka inflasi Indonesia dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini. Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Oktober 2024.

Baca Juga: Dibayangi Konflik Timur Tengah, Rupiah Diperkirakan Lanjut Melemah Selasa (29/10)

Adapun IHK Indonesia pada September 2024 tampak tumbuh 1,84% yoy. Tingkat inflasi ini merupakan yang terendah sejak November 2021 dan tetap berada dalam rentang target bank sentral sebesar 1.5% hingga 3.5% untuk periode 2024.

Dengan berbagai sentimen ekstenal maupun internal tersebut, Nanang memproyeksi, rupiah masih akan bergerak melemah di kisaran Rp 15.680 – Rp 15.800 per dolar AS pada hari ini (29/10).

Ke depan, rupiah masih akan dibayangi sentimen eksternal, terutama perkembangan situasi di Timur Tengah dan data-data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi arah kebijakan The Fed. Dengan tetap mempertimbangkan potensi pemilu di Amerika pada 5 November mendatang, pungkas Nanang.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Kisah Kelompok Tani Jaya Lestari Dapat Pemberdayaan dari BRI, Dimulai Sejak 2010

Kisah Kelompok Tani Jaya Lestari Dapat Pemberdayaan dari BRI, Dimulai Sejak 2010

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Cara Mudah Verifikasi OVO untuk Limit Rp10 Juta, Begini Langkah-Langkahnya

Cara Mudah Verifikasi OVO untuk Limit Rp10 Juta, Begini Langkah-Langkahnya

2025-05-02
BUMN BKI Jajaki Ekspansi Layanan ke China

BUMN BKI Jajaki Ekspansi Layanan ke China

2026-01-28
Disamarkan Jadi Bahan Kimia, Bea Cukai Sita 436 Ton Garam Impor Ilegal

Disamarkan Jadi Bahan Kimia, Bea Cukai Sita 436 Ton Garam Impor Ilegal

2026-09-23
Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS

2026-09-23
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Tertekan, Investor Kurangi Aset Safe Haven

Harga Emas Dunia Tertekan, Investor Kurangi Aset Safe Haven

2026-09-23
Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS

2026-09-23
Simak Rincian Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian dan Hartadinata

Simak Rincian Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian dan Hartadinata

2026-09-23
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI

Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI

2026-09-23

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Grok AI Prediksi Bitcoin Tembus US$ 150.000 Kuartal IV 2026

Grok AI Prediksi Bitcoin Tembus US$ 150.000 Kuartal IV 2026

2026-09-23
0
Harga Kripto 22 September 2026: Bitcoin Tembus US$ 86.000, Zcash Naik 25%

Harga Kripto 22 September 2026: Bitcoin Tembus US$ 86.000, Zcash Naik 25%

2026-09-23
0
Harga Bitcoin Tertinggi Sejak Januari 2026, Investor Mulai Bicara Crypto Spring

Harga Bitcoin Tertinggi Sejak Januari 2026, Investor Mulai Bicara Crypto Spring

2026-09-23
0
Gara-Gara Konten Kripto, X Gugat 2 Warga Inggris Terkait Dugaan Manipulasi

Gara-Gara Konten Kripto, X Gugat 2 Warga Inggris Terkait Dugaan Manipulasi

2026-09-23
0
Crypto Fear and Greed Index Tembus 72, Ini Level Penting yang Perlu Dicermati

Crypto Fear and Greed Index Tembus 72, Ini Level Penting yang Perlu Dicermati

2026-09-23
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Tertekan, Investor Kurangi Aset Safe Haven

Harga Emas Dunia Tertekan, Investor Kurangi Aset Safe Haven

2026-09-23
Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS

2026-09-23

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.