Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada pembukaan perdagangan Kamis (10/9/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari rencana pembelian kembali atau buyback surat utang AS hingga penantian data inflasi AS.
Rupiah dibuka di level 17.512 per dolar AS, melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di 17.511 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Tertekan ke 17.547 per Dolar AS, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.511 per Dolar AS, Tersengat Derasnya Capital Inflow
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Tergelincir ke 6.678, Saham HEAL Merosot 2,19%
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pasar saat ini mencermati rencana Departemen Keuangan AS terkait besaran buyback surat utang pemerintah AS atau UST bertenor panjang.
Dolar AS berada di bawah tekanan seiring investor mengantisipasi pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang UST bertenor panjang, katanya dikutip dari Antara.Â
Sebelumnya, pemerintah AS mengindikasikan nilai buyback setidaknya mencapai US$ 4 miliar. Namun, sejumlah analis memperkirakan realisasinya dapat lebih besar.
Di pasar valuta asing, yen Jepang juga melanjutkan penguatan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengingatkan pelaku pasar agar tidak mengambil posisi yang berlawanan dengan yen.
/2026/05/21/68904607.jpg)
/2026/05/09/224707658.jpg)
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/04/23/1284705323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344340/original/014473700_1788942963-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.32.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344110/original/095497300_1788934371-20260821_-_HL_Tokocrypto-26.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344766/original/032034000_1789000970-ChatGPT_Image_Sep_10__2026__07_42_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3432073/original/095723100_1618702075-michael-fortsch-SIz6izQKxzs-unsplash.jpg)