Jakarta – Nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, (22/4/2026). Hal ini seiring pergerakan rupiah terhadap kurs dolar AS masih dibayangi peluang negosiasi antara AS dan Iran.
Pada Rabu pagi, rupiah turun 13 poin atau 0,08% menjadi 17.157 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 17.143 per dolar AS.
BACA JUGA:Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-China Siap Meluncur 30 April 2026
BACA JUGA:BI Siapkan Sistem Canggih, Transfer ke Luar Negeri Makin Gampang
Merespons hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, meyakini nilai tukar Rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, kata Perry dalam Konferensi Pers RDG Bank Indonesia April 2026, Rabu (22/4/2026).
Perry menjelaskan, bahwa Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri.
Struktur suku bunga instrumen moneter juga diperkuat untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing. Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap Rupiah, peningkatan threshold jual DNDF/Forward, peningkatan threshold beli dan jual swap, yang berlaku mulai April 2026.
Dengan langkah tersebut, nilai tukar Rupiah dapat dijaga relatif stabil yang pada 21 April 2026 tercatat sebesar Rp 17.140 per dolar AS, atau melemah 0,87% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026, ujarnya.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563073/original/011603500_1776846531-a4929cb4-acec-4a81-be8c-bc5de7a26188.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350293/original/016762000_1757995809-peijia-li-AIWSvNU38H8-unsplash.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)
/2024/10/17/1045487600.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)