Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan berhasil menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Pergerakan positif ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen.
Penguatan rupiah terjadi di tengah meningkatnya minat investor asing terhadap instrumen keuangan domestik. Masuknya aliran modal asing ke pasar Indonesia dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menopang stabilitas nilai tukar dalam beberapa hari terakhir.
BACA JUGA:Rupiah Melesat terhadap Dolar AS, Sentimen Domestik jadi Pemicu
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.865, BI Sebut Kepercayaan Investor Meningkat
BACA JUGA:5 Cara Mengelola Keuangan sebagai Kunci Kesejahteraan Finansial
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan respons positif investor terlihat setelah BI memperkuat bauran kebijakan moneternya melalui kenaikan BI Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut, ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, penguatan rupiah yang kembali berada di bawah Rp 18.000 per dolar AS tidak terlepas dari meningkatnya daya tarik instrumen keuangan domestik di tengah ketidakpastian pasar global.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3233340/original/080594000_1599650753-20200909-Rupiah-Melemah-0_14-Persen-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147468/original/046003900_1591677975-20200609-Ojek-Online-Gunakan-Pelindung-Pembatas-Antar-Penumpang-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4145001/original/064262900_1662127141-IMG_3532.JPG)
/2025/06/28/1288662421.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257112/original/078292600_1781213799-AP26162744447190.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)