Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi koreksi dolar AS, sementara investor domestik memilih menunggu rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia.
Rupiah dibuka menguat 7 poin atau 0,04 persen ke level 17.715 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi 17.722 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke 17.744 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
BACA JUGA:Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah tidak terlepas dari pelemahan dolar AS.
Rupiah diperkirakan dibuka datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi, ucapnya mengutip Antara.
Koreksi dolar AS salah satunya dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap rencana pemerintah AS untuk meningkatkan pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang.
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan peningkatan nilai buyback obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya US$ 4 miliar per operasi mulai 9 September 2026. Nilai tersebut meningkat dari sebelumnya sebesar US$ 2 miliar.
Kebijakan buyback tersebut menjadi salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan pasar obligasi dan nilai tukar.
Di dalam negeri, perhatian investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi yang akan dirilis hari ini.

/2023/05/14/264219921.jpg)
/2025/12/19/61195436.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336394/original/078782800_1788159760-3608754e-d6ef-45b9-bd54-e934752df7dd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335614/original/003323700_1788006086-07212bc6-043e-4ef8-b108-f59056a20f2d.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)