Jakarta – Cronos menghentikan seluruh jaringan blockchain pada Minggu, 30 Agustus 2026 setelah seorang penyerang mengeksploitasi platform pinjaman terbesarnya, Tectonic, dengan total kerugian sekitar US$ 75 juta atau Rp 1,3 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.730).
Dilansir dari Coindesk, Selasa, (1/9/2026), Cronos merupakan blockchain yang diluncurkan Crypto.com pada 2021 dan digunakan untuk melakukan transaksi terhadap produk-produknya sendiri dengan harga lebih murah. Token CRO-nya adalah token yang dianggap Crypto.com sebagai pusat ekosistemnya, dan blockchain ini menampung beberapa aplikasi pinjaman dan perdagangan, dengan yang terbesar adalah Tectonic.
BACA JUGA:Strategy Beli Bitcoin Rp 6,55 Triliun
BACA JUGA:Aturan Baru Kripto Berlaku Hari Ini, Exchange Wajib Perkuat Pelaporan
BACA JUGA:Harga Bitcoin Diprediksi Sentuh Rp 2,65 Miliar pada 2027
Tectonic memungkinkan penggunanya menyetor kripto dan meminjam aset lain dengan menggunakan kripto sebagai jaminan, ibarat menjadikan rumah sebagai jaminan pinjaman.
Salah satu aset yang diterima sebagai jaminan adalah TONIC, token milik Tectonic, yang memiliki likuiditas sekitar US$ 1,34 juta atau Rp 23,75 miliar dengan volume perdagangan harian kurang-lebih US$ 11.000 atau Rp 195 juta. Dokumentasi Tectonic memperingatkanbahwa aset dengan likuiditas rendah sangat rawan dimanipulasi harganya.
Data blockchain menunjukkan bahwa hal itu merupakan celah bagi seorang penyerang. Ia menaikkan harga TONIC sekitar 100 kali lipat dalam waktu 20 menit, menyetorkan token ‘mahal’ ke Tectonic, dan meminjam aset riil dengan token tersebut sebagai jaminannya.
TONIC sendiri memiliki faktor jaminan sebesar 20%, artinya setiap US$ 100 atau Rp 1,7 juta nilai yang diakui protokol dapat mendukung pinjaman hingga US$ 20 atau Rp 354.540.

/2025/12/19/61195436.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
/2022/12/12/675321969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336394/original/078782800_1788159760-3608754e-d6ef-45b9-bd54-e934752df7dd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335614/original/003323700_1788006086-07212bc6-043e-4ef8-b108-f59056a20f2d.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338020/original/071269200_1788272356-Destry_Damayanti_resmi_jadi_Gubernur_BI-1_September_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)