Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026). Rupiah ditutup di level 17.721 per dolar AS, turun 27 poin atau 0,15% dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.694 per dolar AS.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru bergerak menguat. JISDOR berada di level 17.703 per dolar AS, membaik dari posisi sebelumnya 17.705 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Dibuka Naik ke 17.690, Harga Minyak Jadi Penopang
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.694 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, mengatakan tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari respons negatif pasar terhadap pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia.
Pada kuartal II 2026, defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai US$ 12,5 miliar atau 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar US$ 3,6 miliar atau 1% dari PDB.
“Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan defisit pada triwulan sebelumnya yang tercatat 3,6 miliar dolar AS atau 1 persen PDB. Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diprakirakan bersifat temporer, salah satunya adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia,” ungkapnya dikutip dari Antara.
Meski demikian, Ibrahim menilai kondisi neraca pembayaran Indonesia secara keseluruhan masih relatif terjaga.
Pada kuartal II 2026, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit US$ 900 juta. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan defisit US$ 9,1 miliar pada kuartal I 2026.
Perbaikan tersebut terutama ditopang transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus US$ 12 miliar, setelah sebelumnya mengalami defisit US$ 4,8 miliar.

/2025/12/22/1619509041.jpg)
/2018/07/27/207477276.jpg)
/2026/04/30/1484041531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331568/original/008316700_1787551429-b5325814-54e3-4e2f-9d1c-3e2505cadb43.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324804/original/061846400_1786770379-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_06.54.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327797/original/094102900_1787124963-1000413854.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3755326/original/042106700_1639969079-OJK_Sardjito.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1495582/original/005779000_1486038841-Ray_Dalio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028270/original/083764000_1732871855-fotor-ai-20241129161657.jpg)