Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Senin (22/6/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi 17.813 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 17.804 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Melemah ke 17.843 per Dolar AS
BACA JUGA:IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Apa Faktor Penentu Selanjutnya?
BACA JUGA:Prediksi Rupiah Pekan Depan saat Catatan MSCI Membayangi
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan rupiah. Menurut dia, ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Lebanon turut meningkatkan kekhawatiran pasar dan mendorong kenaikan harga minyak.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di 17.780 – 17.830 dipengaruhi oleh faktor global kembali meningkatnya harga minyak dunia seiring ancaman Presiden Trump untuk menyerang Lebanon jika Hizbullah masih terus menyerang Israel, membuat perundingan AS dan Iran yang akan berlangsung di Swiss terancam batal,” ungkapnya dikutip dari Antara.
Rully memperkirakan rupiah bergerak di rentang 17.780 hingga 17.830 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Pasar global saat ini juga memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas setelah muncul ancaman baru dari Washington terkait aktivitas kelompok yang didukung Teheran di kawasan Timur Tengah.



/2025/10/07/2002674624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263890/original/062702000_1782028709-Presiden_KSPI__Said_Iqbal-21_Juni_2026a.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674212/original/048639800_1701747087-thought-catalog-I0TDRP0fj6Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)