Jakarta – SpaceX melaporkan kerugian di atas kertas atau unrealized loss sebesar US$ 540 juta atau Rp 9,70 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.970) atas kepemilikan bitcoin (BTC) miliknya.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Kamis (6/8/2026), perusahaan antariksa yang dipimpin oleh Elon Musk ini mempertahankan kepemilikan sebanyak 18.712 bitcoin, menurut laporan keuangan pertama perusahaan sebagai perusahaan publik.
BACA JUGA:Sisa Roket SpaceX Falcon 9 Menghantam Bulan
BACA JUGA:Pendapatan SpaceX Melambung 92%
BACA JUGA:Kekayaan Elon Musk Kembali Susut Rp 323 Triliun Usai Saham Tesla Anjlok
Namun, nilai kepemilikan BTC SpaceX turun menjadi US$ 1,10 miliar atau Rp 19,76 triliun  per 30 Juni dari US$ 1,64 miliar atau Rp 29,46 triliun pada akhir 2025.
Perusahaan mengaitkan kerugian yang belum terealisasi tersebut dengan penurunan harga Bitcoin sebesar 33% selama periode itu.
Di luar kepemilikan Bitcoin-nya, hasil keuangan pertama SpaceX menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan. SpaceX mengumumkan kerugian laba per saham (EPS) sebesar -US$ 0,09, angka yang jauh lebih baik dibandingkan perkiraan kerugian -US$ 0,26 dari para analis.
Pendapatan tercatat sebesar US$ 7,81 miliar, melampaui angka US$ 6,93 miliar yang diprediksi oleh Wall Street. Penjualan meningkat 92% dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi, saham SPCX turun hingga 12% setelah perusahaan mengumumkan peningkatan belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI).
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317448/original/000668900_1786013186-IMG_6310.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316271/original/006069900_1755230968-1000073190.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3147468/original/046003900_1591677975-20200609-Ojek-Online-Gunakan-Pelindung-Pembatas-Antar-Penumpang-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3139627/original/094131400_1590806581-Screenshot__256_.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)