Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (14/4/2026) sore . Rupiah tercatat turun 22 poin ke level Rp 17.127 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.105 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut rupiah sempat mengalami tekanan lebih dalam hingga melemah 50 poin sebelum akhirnya memangkas pelemahan menjelang penutupan pasar.
BACA JUGA:Rupiah Dibuka Loyo Lagi Lawan Dolar AS, Tembus Level Segini
BACA JUGA:Selat Hormuz Memanas Rupiah Ikut Terguncang, Ini Faktanya
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini 13 April 2026 Masih Berkisar 17.000 di Perbankan
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 22 poin sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp 17.127 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.105, kata Ibrahim kepada www.wmhg.org, Selasa (14/4/2026).
Ia menilai pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan akibat sentimen pasar yang cenderung berhati-hati. Meski demikian, rupiah mampu mengurangi pelemahannya di akhir sesi perdagangan.
Menurutnya, dinamika global dan faktor eksternal masih menjadi pengaruh utama terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Ia menjelaskan, adanya tanda-tanda potensi dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi, khususnya terkait blokade AS di Selat Hormuz.

/2024/09/08/1354843978.jpg)
/2026/02/12/130243073.jpg)
/2026/02/14/83493240.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5317626/original/046760800_1755397139-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_16.05.40_afcdf619.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553883/original/019042400_1776051948-Presiden_Prabowo_Subianto_didampingi_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia__melakukan_kunjungan_kerja_ke_Moskow__Rusia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432559/original/083097100_1764815035-1000168282.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554029/original/003537200_1776057719-1000288568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509268/original/035698400_1771672433-CEO_Danantara__Rosan_Roeslani-21_Februari_2026a.jpg)