Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengatakan, revisi aturan terkait Rencana Bisnis Bank (RBB) ditargetkan terbit pada kuartal III 2026 sebagai bagian dari penguatan perencanaan penyaluran kredit perbankan. Friderica menyebut, revisi aturan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.
Sedangkan revisi aturan RBB ini rencananya kita akan terbitkan nanti di kepala eksekutif yang perbankan ini akan dibahas lebih lanjut tapi ini rencananya akan keluar di triwulan 3 tahun ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers KSSK, Kamis (7/5/2026).
BACA JUGA:KEK Keuangan Bali Bisa Jadi Pusat Inovasi Produk Keuangan
BACA JUGA:Kawasan Ekonomi Khusus Keuangan di Bali jadi Magnet Investasi Global
BACA JUGA:Restrukturisasi Kredit Korban Bencana Sumatera Capai Rp 17,4 Triliun
BACA JUGA:Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun, Simak Sektor Paling Ngebut
Menurut dia, perubahan aturan RBB dilakukan agar bank memiliki perencanaan bisnis dan penyaluran kredit yang lebih terarah, terukur, serta berkelanjutan.
Di mana untuk revisi aturan di RBB ini terkait dengan penyaluran kredit terutama juga yang tadi saya sampaikan ini ditujukan supaya bank itu punya perencanaan yang terarah, terukur dan tentu saja berkelanjutan melalui penyusunan RBB ini,” kata Friderica.
Ia menegaskan, revisi aturan tersebut tidak berarti OJK mewajibkan bank menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah. Perbankan tetap memiliki keleluasaan menentukan strategi bisnis sesuai profil risiko masing-masing.
Saya luruskan lagi ya ini tidak ada bersifat mandatori ya teman-teman kemudian bank tetap memiliki keleluasaan dalam menerapkan strategi penyaluran kreditnya sesuai dengan risk appetite dan juga risk tolerance masing-masing bank,” ujarnya.
Friderica juga menekankan keputusan penyaluran kredit harus tetap mengedepankan prinsip business judgement karena bank mengelola dana milik masyarakat.
Kami perlu tekankan lagi karena dalam pengambilan keputusan kredit oleh perbankan itu harus dilakukan atas dasar business judgement karena apa? Karena bank ini adalah mengelola dana milik masyarakat,” pungkasnya.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574732/original/093442300_1777973753-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-5_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)