Jakarta – PT Bank Mega Syariah mencatat total pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold mencapai lebih dari Rp 43 miliar hingga Mei 2026, dengan pertumbuhan sekitar 1.688 persen sejak awal tahun (year to date/ytd). Sebelumnya, realisasi pembiayaan emas Flexi Gold Bank Mega Syariah sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 2,42 miliar.
Digital Business & Product management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto A Ferary mengatakan tren tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk memanfaatkan emas tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
BACA JUGA:Kripto Tak Lagi Sekadar Investasi, Kini Merambah Aset Riil
BACA JUGA:Rupiah Tertekan, Pengusaha Pede Investasi Masih Tumbuh
BACA JUGA:Pembatalan Gross Split Tambang Beri Kepastian Investasi dan Hilirisasi
Emas memiliki karakteristik yang relatif stabil dalam jangka panjang dan menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan masyarakat untuk diversifikasi portofolio. Melalui Flexi Gold, kami berupaya menghadirkan akses kepemilikan emas yang lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah, ujar Benadicto, dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).
Flexi Gold merupakan fasilitas pembiayaan emas berbasis syariah yang memungkinkan nasabah memiliki emas dengan mekanisme yang sesuai prinsip syariah. Melalui layanan ini, nasabah dapat memperoleh pembiayaan untuk pembelian emas dengan proses yang mudah.
Berdasarkan sebaran wilayah pada periode Januari hingga Mei 2026, perseroan mencatat bahwa Provinsi Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan persentase sebesar 36,6 persen dari total pembiayaan Flexi Gold nasional.
Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat pertumbuhan paling agresif dengan realisasi pertumbuhan lebih dari 21.283 persen pada Mei 2026 (ytd).
Perseroan menyatakan akan terus mengembangkan layanan dan edukasi terkait investasi serta kepemilikan emas berbasis syariah guna memberikan alternatif solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8066585/original/033038600_1780911257-WhatsApp_Image_2026-06-08_at_16.03.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6469027/original/003823200_1779330806-kebanjiran-barang-impor-ilegal-jokowi-akui-ada-permainan-bea-cukai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435870/original/088377700_1684729184-serena-t-EeIVy0KPfcE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493247/original/043625100_1770199019-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425364/original/017829900_1764223460-1000162796.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8047512/original/073925100_1780890550-Screenshot_2026-06-08_104804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409978/original/045031200_1682764101-Colana_Kripto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)