Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu, (13/5/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia dan berlawanan dengan harga emas Antam.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 400 menjadi Rp 56.200 pada perdagangan Rabu pekan ini. Pada sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan di Rp 55.800 per saham.
BACA JUGA:Respons Antam Usai Saham ANTM Keluar dari Small Cap MSCI
BACA JUGA:Harga Perak Antam Melonjak Tajam Jadi Rp 55.800 per Gram 12 Mei 2026
BACA JUGA:Harga Emas Antam 12 Mei Naik Rp 40.000, Cek Rincian 0,5 Gram hingga 1 Kg
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 14.575.000 dan harga perak 500 gram menjadi Rp 28.225.000.
Adapun harga perak dunia melesat pada Rabu pekan ini. Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik tipis 0,01% menjadi USD 86,55.
Harga perak naik di atas USD 87 per ounce padar Rabu pekan ini, mencapai level terkuat dalam dua bulan dan mengungguli logam mulia lainnya di tengah prospek permintaan industri yang membaik.
Logam ini banyak digunakan dalam elektronik, panel surya, dan aplikasi industri lainnya karena konduktivitas listriknya yang tinggi, sekaligus berfungsi sebagai aset investasi tradisional bersama emas. Namun, sentimen tetap waspada setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Inflasi konsumen AS naik 3,8% pada April, di atas perkiraan 3,7% dan tertinggi sejak Mei 2023. Pada saat yang sama, harga minyak memperpanjang kenaikan selama tiga sesi berturut-turut karena upaya diplomatik untuk menyelesaikan perang AS-Iran gagal menghasilkan kemajuan, sehingga risiko inflasi tetap tinggi.
Dalam berita lain, India telah meningkatkan tarif impor emas dan perak dalam upaya untuk mengekang pembelian logam mulia dan mendukung mata uangnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)