Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan klarifikasi atas aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Cabang Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada Jumat, 24 April 2026. Perseroan menegaskan bahwa isu yang menjadi perhatian masyarakat dalam aksi tersebut berkaitan dengan produk yang ditawarkan oleh sebuah koperasi, bukan produk resmi milik BNI.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa koperasi yang dimaksud merupakan entitas yang berdiri sendiri dan bukan bagian dari perseroan. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik di tengah proses hukum yang masih berjalan.
BACA JUGA:BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar Bukan Bagian dari Perseroan
“Koperasi tersebut diperuntukkan bagi pegawai internal, bukan untuk masyarakat umum. Seluruh aktivitas dan keputusan operasionalnya menjadi tanggung jawab pengurus koperasi,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
BNI menjelaskan, Koperasi Swadharma Pematangsiantar didirikan pada 2007 melalui akta pendirian tersendiri. Koperasi ini memiliki kepengurusan dan manajemen operasional yang independen di luar struktur BNI.
Dalam perkembangannya, koperasi tersebut diduga menawarkan produk simpanan kepada pihak di luar anggota dengan imbal hasil berkisar 1,5 persen hingga 2 persen per bulan. Aktivitas ini dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi. Selain itu, dalam perkara yang sedang ditangani, juga ditemukan indikasi pemalsuan dokumen.
BNI menilai, keberadaan koperasi yang sebelumnya sempat beroperasi di lingkungan kantor BNI turut menimbulkan kesimpangsiuran persepsi di masyarakat. Untuk mencegah situasi serupa, sejak 2016 BNI telah melarang koperasi beroperasi di area kantor BNI.
Sejak awal kasus mencuat, BNI menegaskan bahwa hubungan hukum para deposan adalah dengan koperasi sebagai pihak yang menawarkan sekaligus mengelola produk simpanan tersebut. Karena itu, perseroan menyatakan persoalan yang menjadi sorotan dalam aksi demonstrasi di Pematang Siantar bukan berasal dari produk atau layanan resmi BNI.
Okki juga menekankan bahwa kasus ini saat ini masih dalam proses penyelesaian hukum dan perseroan menghormati sepenuhnya tahapan yang sedang berlangsung.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan menaati putusan hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Di sisi lain, BNI menyatakan memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak dan menegaskan komitmennya terhadap perlindungan nasabah. Perseroan memastikan bahwa seluruh dana nasabah tetap aman dan layanan perbankan berjalan normal sesuai ketentuan regulator.
BNI juga mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi legalitas setiap produk keuangan melalui kanal resmi bank maupun otoritas yang berwenang sebelum melakukan penempatan dana, agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.



/2015/01/07/659141067.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4193182/original/028205100_1665899951-16_oktober_2022-3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564499/original/097351100_1776946494-1000723469.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557570/original/032632700_1776336196-IMG_3658.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566404/original/035169000_1777182033-d2fe927c-b215-455b-adfc-f67bb55823ee.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566018/original/076360000_1777105262-8344e6a4-511b-4fa2-a31c-1a719905b5a6.jpeg)