• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Anak Usaha Astra Perkuat Bisnis Otomotif, dari Elektrifikasi hingga Ekspansi Ekspor

    Anak Usaha Astra Perkuat Bisnis Otomotif, dari Elektrifikasi hingga Ekspansi Ekspor

    Low Tuck Kwong dan Elaine Low Teken Perjanjian Jual Saham BYAN ke Haji Isam

    Low Tuck Kwong dan Elaine Low Teken Perjanjian Jual Saham BYAN ke Haji Isam

    Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

    Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

    Brantas Abipraya Perkuat Bisnis Hunian Lewat Danantara Housing Expo 2026

    Brantas Abipraya Perkuat Bisnis Hunian Lewat Danantara Housing Expo 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Anak Usaha Astra Perkuat Bisnis Otomotif, dari Elektrifikasi hingga Ekspansi Ekspor

    Anak Usaha Astra Perkuat Bisnis Otomotif, dari Elektrifikasi hingga Ekspansi Ekspor

    Low Tuck Kwong dan Elaine Low Teken Perjanjian Jual Saham BYAN ke Haji Isam

    Low Tuck Kwong dan Elaine Low Teken Perjanjian Jual Saham BYAN ke Haji Isam

    Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

    Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

    Brantas Abipraya Perkuat Bisnis Hunian Lewat Danantara Housing Expo 2026

    Brantas Abipraya Perkuat Bisnis Hunian Lewat Danantara Housing Expo 2026

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Cermati Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR) yang Turun 33,2% di Tahun 2024

Cermati Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR) yang Turun 33,2% di Tahun 2024

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-03-05
0

Cermati Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR) yang Turun 33,2% di Tahun 2024

wmhg.org – JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengalami penurunan laba bersih di tengah kenaikan pendapatan di tahun 2024.

JSMR membukukan pendapatan sebesar Rp 28,70 triliun di tahun 2024, naik 34,64% secara tahunan alias year on year (yoy) dari Rp 21,31 triliun.

Secara rinci, segmen pendapatan tol menyumbang paling banyak, yaitu Rp 17,18 triliun. Lalu, segmen pendapatan konstruksi menyumbang Rp 9,97 triliun dan segmen pendapatan usaha lainnya Rp 1,54 triliun.

Sayangnya, laba bersih JSMR harus amblas 33,24% yoy ke Rp 4,53 miliar di tahun 2024, dari sebelumnya Rp 6,79 miliar di tahun 2023.

Beberapa waktu lalu, JSMR baru saja melakukan likuidasi alias menutup salah satu anak usahanya, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta. Berita Acara Sirkuler Keputusan Para Pemegang Saham PT Jalantol Lingkarluar Jakarta ditandatangani pada tanggal 24 Februari 2025.

“Sisa harta kekayaan sebesar Rp 19,25 miliar akan diserahkan kepada para pemegang saham sesuai proporsi kepemilikan,” ujar Corporate Secretary and Chief Administration Officer JSMR dalam keterbukaan informasi.

Direktur PT Rumah Para Pedagang, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, penurunan laba bersih JSMR belum dikonfirmasi langsung oleh perseroan. Namun, JSMR dilihat mencatatkan penurunan debt to EBITDA ratio, dari 6,9 kali menjadi 4,7 kali di tahun 2024.

“Sepertinya JSMR menggunakan dana untuk bayar utang. Tapi, ini artinya bagus dan perusahaannya sehat, karena ada aset dilepas dan digunakan langsung untuk membayar utang,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (4/3).

Di tahun 2025, kinerja JSMR punya potensi pertumbuhan yang baik di tahun ini. Faktor utamanya berasal dari peningkatan tarif tol yang bisa menambah kontribusi ke pendapatan.

Selain itu, JSMR dilihat memiliki penilaian yang apik sebelum memutuskan memulai suatu proyek. Misalnya, memiliki ketentuan untuk memilih proyek dengan return of equityr (ROE) minimal 20%.

“Mudahnya, JSMR ingin tol yang dia bangun punya proyeksi bisa macet dalam lima tahun mendatang. Artinya, tol itu ramai karena banyak yang lewat,” ungkapnya.

Sayangnya, kinerja saham JSMR yang masih macet. Saham JSMR sudah turun 16,40% sejak awal tahun alias year to date (YTD). Penurunan saham bahkan sudah dialami JSMR dalam lima tahun terakhir, dengan jumlah koreksi 35,07%.

  JSMR Chart by TradingView

Meskipun begitu, Kiswoyo meyakini kinerja JSMR masih sangat kuat secara fundamental. Apalagi, Jasa Marga merupakan salah satu emiten yang rajin membagikan dividen. Hal itu menunjukkan arus kas perusahaan yang baik, tak hanya untuk proyek eksisting, tetapi juga mampu memberikan manfaat ke pemegang saham.

“Pemasukan JSMR kemungkinan kecil bisa tersendat, sebab pembayaran tol selalu dilakukan tunai dan on time, tidak pakai kredit. Artinya, kas yang dipegang JSMR jumlahnya riil,” ungkapnya.

Sentimen positif lain yang memengaruhi kinerja JSMR adalah meningkatnya lalu lintas harian rerata (LHR), termasuk dari momentum libur panjang.

Kiswoyo merekomendasikan beli untuk JSMR dengan target harga di Rp 6.000 per saham.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai, kenaikan tarif tol tahun lalu berdampak positif pada kinerja operasional JSMR. Buktinya, pendapatan meningkat signifikan hingga 34,6% yoy.

Jika dibagi per segmen, pendapatan dari jalan tol naik dari Rp 13,9 triliun menjadi Rp 17,18 triliun, atau naik kisaran 23% yoy.

“Lonjakan pendapatan juga ditopang oleh segmen konstruksi yang naik 73% yoy, terutama dari pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek Selatan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (4/3).

Sementara itu, JSMR mencatatkan penurunan laba bersih karena tahun sebelumnya terdapat keuntungan dari nilai wajar investasinya di Jalan Tol Transjawa senilai Rp 4 triliun.

“Jika keuntungan tersebut tidak diperhitungkan, sebenarnya kinerja perseroan sepanjang tahun lalu tumbuh cukup kuat, bisa dua kali lipat dari pencapaian tahun 2023,” katanya.

Di tahun 2025, JSMR kemungkinan akan melanjutkan pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Bawen, Tol Jogja-Solo, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan jalan akses ke Tol Patimban.

Menurut Pandhu, dilanjutkannya proyek-proyek tersebut diharapkan dapat mendongkrak pendapatan di masa mendatang.

Momentum mudik Lebaran 2025 juga diperkirakan dapat membantu kinerja, karena volume kendaraan yang lebih banyak tentu semakin besar pula pendapatan perseroan.

Selain itu, kondisi makroekonomi, terutama suku bunga, yang diproyeksikan akan semakin rendah di tahun ini diharapkan dapat mengurangi biaya pendanaan.

“Kondisi ekonomi yang lebih baik juga akan mendorong mobilitas masyarakat, sehingga dapat mendorong kinerja perseroan,” katanya.

Sayangnya, saham JSMR malah macet dan parkir di zona merah. Saham emiten jalan tol pelat merah ini sudah turun 16,40% sejak awal tahun alias year to date (YTD).

Namun, Pandhu melihat tren bearish saham JSMR disebabkan oleh faktor eksternal, bukan dari kinerja keuangan perseroan. Arus keluar dana asing menjadi faktor utama penurunan saham JSMR, sama seperti yang terjadi pada saham-saham bigcaps lain.

“Jika tekanan dari capital outflow sudah mereda, tentu potensi saham untuk membaik lagi terbuka di masa mendatang,” katanya.

Berdasar laporan keuangan tahun 2024, saat ini JSMR diperdagangan pada price to earning ratio (PER) yang relatif murah, yaitu sekitar 6x.

Artinya, JSMR cukup menarik untuk dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang, namun secara teknikal saat ini belum tepat untuk masuk karena masih dalam trend bearish.

Pandhu pun menyarankan investor mencicil pembelian secara bertahap sambil menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif dan tren harga berbalik menguat.

“Jika kinerja tahun lalu dapat dipertahankan, apalagi jika dapat kembali tumbuh kuat, JSMR ada potensi untuk kembali ke atas level Rp 5.000 per saham,” paparnya.

Praktisi pasar modal, William Hartanto melihat, pergerakan saham JSMR berada di level support Rp 3.550 per saham dan resistance Rp 3.900 per saham, dengan tren melemah dan indikator MACD membentuk bearsih divergence. Alhasil, William pun merekomendasi wait and see untuk JSMR.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Ikut Kebanjiran, Bagaimana Nasib Para Napi di Lapas Cikarang?

Ikut Kebanjiran, Bagaimana Nasib Para Napi di Lapas Cikarang?

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Industri Terapkan Teknologi Penangkap Karbon, Insentif Disiapkan

Industri Terapkan Teknologi Penangkap Karbon, Insentif Disiapkan

2026-10-19
Penghasilan Berhenti di Usia Nonproduktif, Dana Ini Harus Disiapkan Sejak Muda

Penghasilan Berhenti di Usia Nonproduktif, Dana Ini Harus Disiapkan Sejak Muda

2026-10-16
Kebakaran Hutan Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik,  Ada 1.324 Pembatalan

Kebakaran Hutan Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik, Ada 1.324 Pembatalan

2026-10-19
Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Genjot Pembiayaan Produktif

Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Genjot Pembiayaan Produktif

2026-10-19
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Oktober 2026 Stabil, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Oktober 2026 Stabil, Cek Rincian di Sini

2026-10-19
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Oktober 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Oktober 2026

2026-10-19
BI: Perluasan Transaksi Mata Uang Lokal Topang Ketahanan Ekonomi Kawasan

BI: Perluasan Transaksi Mata Uang Lokal Topang Ketahanan Ekonomi Kawasan

2026-10-19
Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Genjot Pembiayaan Produktif

Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Genjot Pembiayaan Produktif

2026-10-19

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Circle Ekspansi ke 40 Negara Berkembang, Andalkan Stablecoin USDC

Circle Ekspansi ke 40 Negara Berkembang, Andalkan Stablecoin USDC

2026-10-19
0
Fidelity Ungkap Kondisi Jaringan Solana

Fidelity Ungkap Kondisi Jaringan Solana

2026-10-19
0
MSCI Perketat Aturan Indeks untuk Perusahaan Pemegang Bitcoin

MSCI Perketat Aturan Indeks untuk Perusahaan Pemegang Bitcoin

2026-10-19
0
Perusahaan Kripto Strategy Terancam Didepak dari MSCI Imbas Aturan Baru

Perusahaan Kripto Strategy Terancam Didepak dari MSCI Imbas Aturan Baru

2026-10-19
0
Penerbit Stablecoin Tether Jadi Investor Strategis Alsa

Penerbit Stablecoin Tether Jadi Investor Strategis Alsa

2026-10-19
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Oktober 2026 Stabil, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Oktober 2026 Stabil, Cek Rincian di Sini

2026-10-19
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Oktober 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Oktober 2026

2026-10-19

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.