• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Ramai Keluhan Soal Lonjakan Tagihan Listrik, Ini Kata PLN dan Lembaga Konsumen

    Ramai Keluhan Soal Lonjakan Tagihan Listrik, Ini Kata PLN dan Lembaga Konsumen

    Apindo dan Asosiasi Pengusaha Tambang-Sawit Beri 6 Catatan Soal Ekspor Melalui DSI

    Apindo dan Asosiasi Pengusaha Tambang-Sawit Beri 6 Catatan Soal Ekspor Melalui DSI

    Menilik Kemampuan DSI Menekan Under Invoicing Ekspor SDA

    Menilik Kemampuan DSI Menekan Under Invoicing Ekspor SDA

    Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemerintah Siap Salurkan Varietas Unggul

    Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemerintah Siap Salurkan Varietas Unggul

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Ramai Keluhan Soal Lonjakan Tagihan Listrik, Ini Kata PLN dan Lembaga Konsumen

    Ramai Keluhan Soal Lonjakan Tagihan Listrik, Ini Kata PLN dan Lembaga Konsumen

    Apindo dan Asosiasi Pengusaha Tambang-Sawit Beri 6 Catatan Soal Ekspor Melalui DSI

    Apindo dan Asosiasi Pengusaha Tambang-Sawit Beri 6 Catatan Soal Ekspor Melalui DSI

    Menilik Kemampuan DSI Menekan Under Invoicing Ekspor SDA

    Menilik Kemampuan DSI Menekan Under Invoicing Ekspor SDA

    Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemerintah Siap Salurkan Varietas Unggul

    Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemerintah Siap Salurkan Varietas Unggul

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » CEO Grow Investments Indonesia Yenwy Wongso: Investasi Adalah Seni

CEO Grow Investments Indonesia Yenwy Wongso: Investasi Adalah Seni

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-11-09
0

CEO Grow Investments Indonesia Yenwy Wongso: Investasi Adalah Seni

wmhg.org – JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO), Grow Investments Indonesia Yenwy Wongso meyakini bahwa investasi lebih merupakan seni daripada sains. Ungkapan itu merupakan kutipan fenomenal dari investor asal Amerika Serikat, Howard S. Marks.

Disebut seni karena tidak ada rumus baku dalam dunia investasi. Dalam level tertentu, perlu juga melibatkan kreativitas karena kalkulasi angka-angka yang rinci saja belum menjamin keberhasilan investasi.

Imbal hasil investasi pun tidak semata ditentukan oleh taktik dan strategi yang kompleks. Terkadang, intuisi yang muncul setelah bertahun-tahun berkecimpung di pasar modal jauh lebih menentukan hasil.

“Bagi saya, investasi itu simpel aja. Investing is more art than science. Hitung-hitungan kita mungkin sudah benar, tapi ada faktor-faktor lain pula yang menentukan hasil,’’ ungkap Yenwy kepada Kontan.co.id, Rabu (6/11).

Yenwy berujar, investor perlu memahami bahwa investasi bukan sekadar menghitung valuasi saja. Namun faktor-faktor lainnya perlu dicermati salah satunya risiko negatif yang berada di luar kendali.

Pelemahan rupiah merupakan salah satu contoh fenomena yang seringkali di luar kontrol. Sebab, tiap kali rupiah melemah bukan berarti karena fundamental domestik yang goyah, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti tangguhnya dolar Amerika Serikat (AS).

Efek boikot merupakan bukti nyata lainnya bahwa kalkulasi yang matang tidak selamanya bermuara pada keuntungan investasi. Harga saham bisa jatuh seketika di luar perhitungan, dampak banyaknya seruan komentar negatif.

Ironisnya, kini banyak investor terutama anak muda mulai berinvestasi karena hanya takut merasa ketinggalan dan cuma ingin mengikuti tren terkini. Istilah itu beken dikenal dengan sebutan fear of missing out atau FOMO.

Hanya sedikit investor yang benar-benar mau meluangkan waktu untuk lakukan riset. Belum lagi, jika berbicara lebih jauh terkait mitigasi risiko dalam berinvestasi.

Yenwy melihat, sebagian besar investor bahkan tidak mengetahui apa investasi yang mereka beli. Investor juga melangkah tanpa strategi yang justru sering kali masuk saat harga aset berada di puncak, kemudian hanya ikut gelombang penurunan harga.

‘’Semua orang bisa beli saham, tapi tidak semuanya bisa making profit. Apalagi bisa mitigasi risiko,’’ ucap Pria lulusan Sains Manajemen dari University of California, San Diego tersebut.

Yenwy tak menampik, dulu sebagai anak muda dirinya juga cukup naif untuk mengejar cuan investasi. Sebab itulah ia tidak ingin semangat generasi muda sekarang patah karena gegabah melangkah seperti yang pernah dilaluinya.

Dulu Yenwy pernah merasakan rugi saat pertama kali mencoba investasi saham pada tahun 2005. Level kerugiannya bahkan hampir membuat rencana pernikahan batal karena modal sudah dialokasikan di saham.

Terlepas dari kerugian tersebut merupakan unrealized loss, Yenwy menyadari pada masa itu dirinya merugi karena FOMO yang hanya ikut-ikutan teman kantor. Tidak cukup bekal sebagai investor karena malas meluangkan waktu untuk sekadar riset.

‘’Sejak saat itu saya belajar gitu ya, kalau mau beli saham harus hati-hati analisisnya. Kita mesti berinvestasi pada instrumen yang kita paham, kalau enggak itu bahaya sekali,’’ imbuh Yenwy.

Namun demikian, literasi investasi sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru bagi Yenwy. Saat masih belasan tahun, Yenwy mengamati dan mempelajari banyak hal dari bisnis properti yang digeluti orang tua.

Atas dasar itu pula, Yenwy memilih properti sebagai instrumen investasi pertamanya. Gaji perdana disisihkan untuk membangun usaha rumah kos di lokasi-lokasi potensial.

Menurut dia, investasi properti khususnya properti komersial menarik karena memberikan pendapatan berulang (recurring income). Pendapatan sewa dari bisnis properti komersial juga bagus untuk menjadi lindung nilai dari kenaikan inflasi.

Di lain sisi, pilihan instrumen investasi bagi investor ritel kala itu memang masih terbatas dan modal untuk investasi juga cukup besar. Berbeda dengan saat ini, pilihan instrumen investasi sudah beragam dan bisa dimulai dengan harga Rp 10.000.

Sejauh ini, instrumen properti masih merupakan aset terbesar dalam portofolio investasi Yenwy dengan porsi sekitar 70%. Sedangkan, sisanya 30%, ditempatkan pada instrumen reksadana meliputi kelas aset saham dan obligasi.

Reksadana sendiri dipandang menarik karena dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang profesional di bidangnya. Yenwy bilang, hal tersebut merupakan nilai tambah reksadana bagi investor yang tidak cukup waktu untuk riset, namun tetap berpeluang dapatkan imbal hasil optimal.

Di samping itu, investor bisa diversifikasi melalui reksadana karena merupakan instrumen kumpulan dari berbagai aset. Seperti reksadana saham, satu produk reksadana bisa terdiri dari berbagai saham lintas sektoral.

Menurut Yenwy, diversifikasi aset sangat penting untuk meminimalisir risiko saat harga aset jatuh. Oleh sebab itu, investor dianjurkan tidak hanya berinvestasi di satu instrumen saja, tetapi di berbagai kelas aset.

‘’Jadi prinsip saya dalam investasi yang paling utama adalah diversifikasi,’’ ungkap dia.

Lebih dari 20 tahun di Industri Pasar Modal

Yenwy memulai karir sebagai Portfolio Investments di Prudential Securities California AS pada tahun 2003. Di Indonesia, Yenwy pernah berkarir di berbagai perusahaan manajemen investasi sebelumnya yakni di Bahana Sekuritas, Manulife Aset, serta Ashmore Asset Management.

Sebelum akhirnya menakhodai Grow Investments, Yenwy lebih dulu bekerja di Fullerton Fund Management Singapura. Untuk diketahui, Grow Investments merupakan perusahaan manajer investasi hasil joint venture antara Stockbit Group dan Fullerton Fund Management.

Yenwy telah malang melintang lebih dari 20 tahun di industri pasar modal. Tentu saja, suka duka menyertai perjalanan investasinya yang telah melewati krisis dan berbagai kondisi ekonomi.

Jika boleh berpesan terutama untuk investor pemula, Yenwy menyarankan untuk diversifikasi aset. Sebab, diversifikasi bukan hanya mengurangi risiko, tetapi juga memperbanyak sumber keuntungan dari berbagai instrumen investasi.

Investasi juga perlu disesuaikan dengan toleransi risiko (risk aversion). Jika memang sudah berumur, sebaiknya investor fokus pada investasi yang stabil dan bukan yang berisiko tinggi. Portofolio investasi mesti rajin diracik yang selaras dengan tujuan investasi dan perkembangan pasar teranyar.

Tak kalah penting, selalu pahami instrumen investasi yang ingin dibeli. Namun bila memang tidak punya cukup waktu, maka percayakan saja pada ahlinya seperti Grow Investments yang merupakan salah satu manajer investasi resmi di Indonesia.

‘’Mungkin saran saya buat teman-teman yang investasi di capital market, bukannya kebetulan fund manager ya, tetapi instrumen yang saya sarankan adalah reksadana karena memenuhi prinsip diversifikasi. Apalagi, kalau memang enggak ada waktu, serahin saja ke orang profesional,’’ pungkas Yenwy.

Hobi Nyetir Mobil dan Berburu Properti

Yenwy mendedikasikan penuh waktu luangnya di akhir pekan untuk keluarga. Ini sebagai wujud cinta untuk membayar minimnya waktu bertemu istri dan buah hati saat hari kerja.

Jika hari libur tiba, Yenwy jalan-jalan bersama keluarga. Terkadang, bercengkrama di rumah saja juga sudah cukup baginya untuk mengisi kembali energi positif.

Akhir-akhir ini, Yenwy suka mengajak keluarga bertamasya ke luar kota dengan menyetir mobil sendiri. Ayah tiga anak ini paling jauh mengemudi ke Surabaya dan Lampung.

‘’Tujuannya buat jalan-jalan aja. Saya menikmati bahkan pas di mobil sama anak-anak. Nyetirnya tapi ga ngebut sih, cuma untuk rilis adrenalin aja,’’ kata Yenwy.

Di samping itu, Yenwy acapkali menghabiskan waktu senggang untuk investasi properti. Terkadang, Yenwy survei mencari wilayah potensial untuk usaha rumah kos, sekalian berkeliling jalan-jalan bersama keluarga.

Harga properti tersebut undervalued dan berada di lokasi strategis menjadi fokus utama Yenwy. Itu layaknya prinsip yang umum diterapkan pada investasi saham.

‘’Prinsip saya investasi di saham, saya terapin juga di properti. Saya due diligence, pelajari daerahnya, pelajari market dan prospeknya bakal seperti apa,’’ tuturnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
HSBC Catat  Pertumbuhan Positif di Sektor Wealth Management

HSBC Catat Pertumbuhan Positif di Sektor Wealth Management

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Cara Mudah Verifikasi OVO untuk Limit Rp10 Juta, Begini Langkah-Langkahnya

Cara Mudah Verifikasi OVO untuk Limit Rp10 Juta, Begini Langkah-Langkahnya

2025-05-02
PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Bantu Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Bantu Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha

2026-09-23
50 Ribu Motor Buruh Serbu Jakarta pada 24 September 2026

50 Ribu Motor Buruh Serbu Jakarta pada 24 September 2026

2026-09-17
Ancam Nasib Petani, 397 Ton Beras Impor Ilegal Puluhan Miliar Disita Bea Cukai

Ancam Nasib Petani, 397 Ton Beras Impor Ilegal Puluhan Miliar Disita Bea Cukai

2026-09-23
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 3.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 3.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-09-24
Harga Perak Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 700

Harga Perak Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 700

2026-09-24
Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 di Galeri24, Antam dan UBS

Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 di Galeri24, Antam dan UBS

2026-09-24
Harga Emas Perhiasan 23 September 2026: 9 Karat Sentuh Rp 782.000

Harga Emas Perhiasan 23 September 2026: 9 Karat Sentuh Rp 782.000

2026-09-24

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Strive Borong Bitcoin Rp 1,9 Triliun, Total Kepemilikan BTC Jadi 26.355

Strive Borong Bitcoin Rp 1,9 Triliun, Total Kepemilikan BTC Jadi 26.355

2026-09-24
0
Harga Kripto 23 September 2026: Bitcoin Melambung, Zcash Terbang 8,11%

Harga Kripto 23 September 2026: Bitcoin Melambung, Zcash Terbang 8,11%

2026-09-24
0
CME Memperluas Jajaran Produk Berjangka Kripto

CME Memperluas Jajaran Produk Berjangka Kripto

2026-09-24
0
Harga Bitcoin Sempat Sentuh Rp 1,55 Miliar Usai Pertemuan AS-Iran

Harga Bitcoin Sempat Sentuh Rp 1,55 Miliar Usai Pertemuan AS-Iran

2026-09-24
0
Rusia Peringatkan Risiko Stablecoin Asing, Aset Investor Dapat Dibekukan

Rusia Peringatkan Risiko Stablecoin Asing, Aset Investor Dapat Dibekukan

2026-09-24
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 3.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 3.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-09-24
Harga Perak Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 700

Harga Perak Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 700

2026-09-24

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.