Jakarta – Rusia telah memperingatkan investor mungkin harus menanggung kerugian jika penerbit stablecon asing membekukan aset di luar kendali lembaga penyimpanan (depository) Rusia. Hal ini mengingat perkiraan pejabat menunjukkan penduduk memegang aset kripto dan produk terkait senilai 3,7 triliun rubel atau sekitar US$ 44 miliar. Nilai itu setara Rp 785,66 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.860).
Mengutip Crypto.news, Rabu, (23/9/2026), berdasarkan laporan Kantor Berita TASS, Wakil Menteri Keuangan Rusia, Ivan Chebeskov memprediksi jumlah pengguna kripto di Rusia mencapai sekitar 20 juta orang. Volume transaksi harian sekitar 50 miliar rubel. Ia menuturkan, prediksi kepemilikan itu mencakup kepemilikan langsung kripto serta sejumlah produk keuangan yang terkait aset digital.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Sempat Sentuh Rp 1,55 Miliar Usai Pertemuan AS-Iran
BACA JUGA:CME Memperluas Jajaran Produk Berjangka Kripto
BACA JUGA:Harga Kripto 23 September 2026: Bitcoin Melambung, Zcash Terbang 8,11%
BACA JUGA:Crypto Fear and Greed Index Tembus 72, Ini Level Penting yang Perlu Dicermati
Angka-angka itu merupakan prediksi pengamat yang dipakai oleh Kementerian Keuangan, bukan penghitungan pemerintah secara menyeluruh terhadap setiap dompet atau transaksi. Pejabat berharap kerangka regulasi baru akan menghasilkan data lebih akurat seiring beralihnya aktivitas transaksi melalui bursa, pialang dan lembaga penyimpanan digital yang berizin.
Pembekuan Stablecoin Asing Dapat Menyebabkan Kerugian Investor
Chebeskov menuturkan, stablecoin yang diterbitkan oleh pihak asing menimbulkan risiko yang tidak selalu dapat dikendalikan oleh infrastruktur Rusia.
Risiko pemblokiran aset oleh penerbit asing memang ada,” kata dia.
Ia menambahkan, USDT dan USDC sebagai contoh. Berdasarkan kerangka kerja yang dijelaskan oleh wakil menteri itu, lembaga penyimpanan digital Rusia tetap bertanggung jawab atas kegagalan dalam tugas akuntansi, penyimpanan (custody) dan transfer asetnya sendiri termasuk pemindahtanganan aset nasabah tanpa izin.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
/2025/11/27/1974583864.jpg)
/2026/03/08/1389890413.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)