Jakarta – Praktik impor ilegal komoditas beras dinilai amat merugikan petani lokal lantaran komoditas yang masuk tanpa izin tersebut berpotensi merusak harga pasar beras produksi dalam negeri. Sepanjang Agustus hingga September 2026, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menyita sekitar 397 ton (397.350 kilogram) beras dari dua lokasi penindakan.
Petugas mengamankan 202,45 ton beras dari 15 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, serta 194,9 ton beras dari 15 kontainer di kawasan berikat Bogor. Penindakan dilakukan setelah hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara dokumen pemberitahuan impor dengan kondisi barang sebenarnya.
BACA JUGA:Satgas BLBI Berakhir, Suahasil Tetap Lanjutkan Penagihan ke Obligor
BACA JUGA:Pelunasan Obligasi Tak Hapus Hak Tagih Negara ke Obligor BLBI
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, masuknya beras ilegal ke pasar domestik tanpa pengawasan resmi merugikan banyak pihak, terutama petani dan konsumen.
Yang dirugikan adalah para petani kita, yang dirugikan adalah konsumen karena beras yang masuk itu tidak bisa kita pertanggungjawabkan pengirimannya, pengepakannya, dan bagaimana kualitas beras tersebut, kata Suahasil dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (22/9/2026).
Suahasil menambahkan, pemerintah harus memperketat perlindungan pasar domestik mengingat potensi pasar pangan Indonesia yang sangat besar kerap dimanfaatkan oleh para pelaku perdagangan ilegal.
/2025/05/23/885020992.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)