• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Bitcoin Turun di Bawah US$ 60.000, Pengamat Nilai Jangka Pendek Masih Bearish

Bitcoin Turun di Bawah US$ 60.000, Pengamat Nilai Jangka Pendek Masih Bearish

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-29
0

Bitcoin Turun di Bawah US$ 60.000, Pengamat Nilai Jangka Pendek Masih Bearish

wmhg.org – JAKARTA. Bitcoin kembali menarik perhatian dengan pergerakan harganya yang sangat fluktuatif. Setelah sempat menyentuh level US$ 64.000, kini kembali turun di bawah US$ 60.000. Penurunan lebih dari 4% ini memicu kekhawatiran akan potensi tren bearish yang lebih panjang, terutama di tengah pasar yang masih mencari arah.

Berdasarkan coinmarketcap.com, harga Bitcoin bertengger di US$ 59.660. Harga itu menguat 1,39% secara harian, tetapi dalam sepekan masih turun 1,95%.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, penurunan ini terjadi setelah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang memicu reli ke level tertinggi US$ 65.055 pada hari Jumat (23/8). Namun, sentimen positif ini tidak bertahan lama.

Pekan terakhir Agustus ini, ada beberapa indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) meredakan kekhawatiran tentang kemungkinan pelemahan ekonomi AS.

Hal ini juga mengurangi spekulasi tentang pemangkasan suku bunga agresif oleh The Fed, yang berimbas negatif pada harga Bitcoin, tulisnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/8).

Baca Juga: Transaksi Kripto Terus Bertumbuh, hingga Juli Sumbang Pajak Rp 838,56 miliar

Di sisi lain, arus masuk pasar ETF Bitcoin spot di AS yang mencapai total US$ 202,6 juta pada Selasa (27/8) juga sempat mendorong harga Bitcoin ke level tertinggi harian US$ 63.236.

Namun, aksi jual segera mengikuti, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah pasar yang masih diliputi ketidakpastian, sambungnya.

Fyqieh menuturkan, faktor lain yang turut mempengaruhi harga Bitcoin adalah inflasi dan data pengeluaran pribadi di AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2024 dapat meningkatkan permintaan Bitcoin, tetapi inflasi yang tinggi dan peningkatan pengeluaran pribadi dapat meredam harapan pemangkasan suku bunga pada September, yang pada gilirannya bisa berdampak negatif pada harga Bitcoin.

Data dari FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan peluang pemotongan suku bunga sebesar 25bps dan 50bps, masing-masing sebesar 65,5% dan 34,5%. Menurutnya, keputusan The Fed ini akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Ia menilai, jika The Fed menunda pemangkasan suku bunga, harga Bitcoin bisa jatuh hingga ke level US$ 55.000, memberikan tekanan tambahan pada pasar.

Karenanya, Fyqieh melihat sentimen pasar secara keseluruhan dalam jangka pendek masih tetap bearish, dengan banyak trader yang mengambil posisi short pada Bitcoin. Ditambah September biasanya menjadi bulan yang menantang bagi Bitcoin, dengan data historis menunjukkan bahwa harga cenderung turun rata-rata 5,64% dalam periode 2013-2022.

Namun pada September 2023 Bitcoin berhasil mencatat kinerja positif, yang merupakan pertama kali sejak 2016, memberikan sedikit optimisme di tengah pasar yang bearish, terang Fyqieh.

Baca Juga: Investasi Kripto di Indonesia Makin Ramai, Pengguna Indodax Kini Capai 6,8 Juta

Saat ini Bitcoin berada dalam fase konsolidasi yang dikenal sebagai ReAccumulation Range. Berdasarkan pola historis, fase ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan sebelum terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Jika pola ini terulang, Bitcoin bisa mengalami lonjakan harga pada Oktober 2024, seiring dengan reaksi pasar pasca Halving, sebutnya.

Pada siklus sebelumnya, Bitcoin mengalami fase konsolidasi selama 224 hari sebelum akhirnya melonjak. Jika pola ini kembali terulang, Bitcoin berpotensi mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) pada akhir September 2024. Potensi lonjakan ini juga diperkirakan akan menarik minat investor retail, yang bisa mendorong permintaan lebih tinggi dan mendorong harga menuju level yang lebih tinggi.

Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada dalam tren bearish yang lebih besar, sebagaimana ditunjukkan oleh indikator Super Trend pada kerangka waktu 4 hari dan 2 hari. Level resistensi utama terletak di sekitar US$ 68.000, membentuk batas atas pola wedge yang melebar dan menurun.

Resistensi lainnya berada di US$ 64.500 dan US$ 62.900, yang kini kembali berperan sebagai resistensi setelah penurunan harga baru-baru ini, analisa Fyqieh.

Di sisi dukungan, area kuat teridentifikasi di kisaran US$ 56.000 hingga US$ 57.000, dengan level dukungan tambahan di US$ 58.000 dan antara US$ 60.000 hingga US$ 61.000. Jika Bitcoin jatuh di bawah kisaran US$ 56.000–US$ 57.000, ini bisa memicu penurunan lebih lanjut menuju US$ 53.000 atau bahkan lebih rendah, tergantung pada kondisi pasar yang ada.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Perintah Erick Thohir: Yayasan BUMN Harus Jadikan Posyandu Pusat Tumbuh Kembang Anak

Perintah Erick Thohir: Yayasan BUMN Harus Jadikan Posyandu Pusat Tumbuh Kembang Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Purbaya Bilang Ekonomi RI Kini Lebih Canggih, Target Pertumbuhan 6 Persen Dipasang

Purbaya Bilang Ekonomi RI Kini Lebih Canggih, Target Pertumbuhan 6 Persen Dipasang

2026-05-08
Melihat Tingginya Potensi Ekonomi Industri Pengolahan Tuna

Melihat Tingginya Potensi Ekonomi Industri Pengolahan Tuna

2026-05-08
Indeks Investasi Asing 2026: Asia Pasifik Dominan, Indonesia Turun Peringkat

Indeks Investasi Asing 2026: Asia Pasifik Dominan, Indonesia Turun Peringkat

2026-05-07
Anak Rupert Murdoch Berniat Beli Majalah New York hingga Vox Media

Anak Rupert Murdoch Berniat Beli Majalah New York hingga Vox Media

2026-05-08
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

2026-05-08
Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

2026-05-08
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 17.420 di Tengah Isu Damai AS-Iran

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 17.420 di Tengah Isu Damai AS-Iran

2026-05-08
BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi

BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi

2026-05-08

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Melemah Tipis, Zcash Justru Melonjak 7 Persen

Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Melemah Tipis, Zcash Justru Melonjak 7 Persen

2026-05-08
0
Ethereum Berjuang Tembus USD 2.400, Risiko Koreksi Masih Mengintai

Ethereum Berjuang Tembus USD 2.400, Risiko Koreksi Masih Mengintai

2026-05-08
0
Anak Rupert Murdoch Berniat Beli Majalah New York hingga Vox Media

Anak Rupert Murdoch Berniat Beli Majalah New York hingga Vox Media

2026-05-08
0
Harga Solana Stagnan 3 Bulan, Tapi Siap-siap Lonjakan Besar

Harga Solana Stagnan 3 Bulan, Tapi Siap-siap Lonjakan Besar

2026-05-08
0
Bursa Kripto Bittrex Ingin SEC Kembalikan Denda Rp 415,92 Miliar

Bursa Kripto Bittrex Ingin SEC Kembalikan Denda Rp 415,92 Miliar

2026-05-08
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

2026-05-08
Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

2026-05-08

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.