Jakarta – Sistem pembayaran digital di Indonesia membawa berbagai peluang bagi pelaku usaha lebih efisien, namun di sisi lain juga menuntut peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang terus berkembang, termasuk fraud atau penyalahgunaan gift card.
Dalam forum Konferensi International Marketing Association (IMA) Europe di Kopenhagen, sejumlah praktisi keamanan siber menyoroti bahwa modus fraud saat ini tidak selalu dilakukan dengan membobol sistem teknologi. Sebaliknya, pelaku memanfaatkan celah pada proses bisnis dan transaksi yang tampak normal sehingga sulit dikenali sebagai aktivitas mencurigakan.
BACA JUGA:Habiburokhman: Istri Bos Hanania Travel Sangat Layak Jadi Tersangka
BACA JUGA:Korban Penipuan Hanania Travel Diduga Tembus 3.000 Orang
CEO Zentara Technologies Regal Star mengatakan bahwa sebagian besar kasus fraud modern justru menyerupai perilaku pelanggan yang sah sehingga tidak memicu alarm keamanan konvensional.
Kasus-kasus seperti fraud gift card sering kali tidak terlihat sebagai serangan karena transaksinya tampak normal. Karena itu, perusahaan perlu memahami pola aktivitas yang wajar agar dapat mendeteksi anomali lebih dini, ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (18/6/2026).
Indonesia menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Asia Tenggara mencapai US$ 263 miliar pada 2024.
Di tengah perkembangan tersebut, penggunaan gift card dan program loyalitas juga terus berkembang sebagai sarana promosi, penghargaan pelanggan, maupun insentif bagi karyawan. Namun, produk-produk bernilai tersimpan itu juga berpotensi menjadi sasaran penyalahgunaan apabila pengawasannya tidak dilakukan secara menyeluruh.



/2022/10/21/1088047155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5624731/original/077043500_1778217502-WhatsApp_Image_2026-05-08_at_10.09.13_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4668821/original/000742500_1701320491-yuri-krupenin-S2FVm0tOv1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149801/original/005983200_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263145/original/015259900_1781860508-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_15.08.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546822/original/083135400_1629502044-063_957037002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876379/original/036269200_1719466194-fotor-ai-2024062712298.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)