Jakarta – Pengusaha Kanada Frank Giustra yang juga dikenal luas di kalangan industri kripto mengungkapkan hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin (BTC).
Hal ini seiring kondisi bitcoin yang masih diperdagangkan 50% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebesar US$ 126.080 atau Rp 2,27 miliar yang dicapai pada 6 Oktober 2025. Ia mengungkapkan, apa yang menurut dia, hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin. Demikian mengutip Yahoo Finance, Selasa (4/8/2026).
BACA JUGA:S&P: Optimisme Pengusaha Manufaktur Indonesia Tertinggi dalam 6 Bulan
BACA JUGA:Pengusaha Bongkar Alasan Mal Dipagari Tinggi: Demi Ketertiban dan Antisipasi Demo
Pada 2 Agustus 2026, Nic Carter berkomentar kalau era maximalism bitcoin telah berakhir dan bitcoin akan lebih baik jika terlepas dari kultus yang mengelilinginya. Saylor harus bangkrut,” ujar Analis Jan Nieuwenhujis.
Michael Saylor adalah salah satu pendiri sekaligus ketua eksekutif Strategy, perusahaan dengan cadangan bitcoin terbesar di dunia. Menurut Niewenhujis, Saylor akan gagal dan pada akhirnya gulung tikar.
“Dia adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin,” tutur Giustra.
Ketika seorang pengguna mengatakan, Giustra hanya kesal karena dianggap tidak tampil baik dalam debat melawan Saylor pada April 2021, orang terkaya itu menanggapi saat itu, bitcoon diperdagangkan di kisaran US$ 65.000 atau Rp 1,17 miliar dan emas di harga US$ 1.700 atau Rp 30,66 juta per ons.
Sementara itu, harga bitcoin masih berada di kisaran yang sama, harga emas saat ini telah melampaui US$ 4.000 per ons.
Ini bukan kali pertama Giustra melontarkan kritik tajam terhadap Saylor. Sebelumnya, ia pernah mengkritik model akumulasi Bitcoin milik Strategy sebagai tindakan yang bersifat promosional serta didasari oleh keserakahan dan Fear of Missing Out (FOMO).



/2026/02/18/395790444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315822/original/6919500_1785899051-Pejabat_Gubernur_Sementara_Bank_Indonesia__BI__Destry_Damayanti_saat_Konferensi_Internasional_Bulletin_of_Monetary_Economics_and_Banking__BMEB__ke-20_dan_Call_for_Papers_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5115685/original/038623600_1738316872-IMG-20250131-WA0010.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568454/original/005043500_1694165723-1New.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315223/original/043172600_1785831791-Depositphotos_798181352_L.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)