Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat hasil positif dari upaya perluasan basis pajak sepanjang tahun ini. Hingga 31 Mei 2026, tambahan penerimaan yang berasal dari kegiatan ekstensifikasi mencapai sekitar Rp 23,5 triliun.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan tambahan penerimaan tersebut berasal dari sejumlah sumber, mulai dari wajib pajak baru, pengusaha kena pajak (PKP) baru, hingga wajib pajak yang sebelumnya tidak aktif atau dormant. Wajib pajak dormant merupakan wajib pajak yang terdaftar secara resmi tetapi tidak aktif lagi menjalankan kewajiban perpajakan.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp 52 Triliun
BACA JUGA:Pelaporan SPT Tahunan Sentuh 13,3 Juta hingga 20 Mei 2026
BACA JUGA:Pelaporan SPT hingga 17 Mei 2026 Tembus 13,2 Juta
Perluasan basis pajak hingga 31 Mei dapat kami laporkan menghasilkan Rp 912,9 miliar dari wajib pajak baru, Rp 1,96 triliun dari pengusaha kena pajak baru, dan Rp 20,63 triliun dari wajib pajak yang sebelumnya dormant atau inaktif,” ujar Bimo dalam rapat kerja bersama Komisi XI, Selasa (16/6/2026).
Menurut dia, penambahan wajib pajak baru sepanjang 2026 juga akan menjadi modal penting untuk memperkuat basis penerimaan negara pada 2027. DJP mencatat hingga 12 Juni 2026 terdapat 1,84 juta wajib pajak baru yang mendaftar secara sukarela (voluntary). Sementara itu, jumlah wajib pajak non-efektif atau dorman yang kembali diaktifkan mencapai 24.672 wajib pajak.
Selain reaktivasi, Ditjen Pajak juga mencatat penambahan wajib pajak dari kelompok yang sebelumnya berstatus non-aktif dan non-efektif sebanyak 28.257 wajib pajak hingga pertengahan Juni 2026.
“Sehingga total penambahan wajib pajak baru 2026 sampai dengan 12 Juni tahun 2026 di angka yang dormant dan non-aktif, non-efektif itu 28.257 wajib pajak,” ucapnya.



/2026/04/01/1909574020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843652/original/051367500_1562145738-yayaya_oke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4969282/original/000378800_1728965246-IMG-20241015-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4915985/original/031607000_1723455246-IMG-20240812-WA0066.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314598/original/047423300_1606993117-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)