Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas pada pekan ini setelah gagal mempertahankan reli di atas level US$ 4.100 per ounce. Hasil survei mingguan Kitco News menunjukkan analis Wall Street masih terbelah mengenai arah pergerakan logam mulia, sementara investor ritel tetap cenderung optimistis meski keyakinannya mulai berkurang.
Dikutip dari Kitco, Senin (3/8/2026), sepanjang pekan lalu, harga emas menghadapi tekanan dari sikap bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang mempertahankan suku bunga, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield), serta kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat akibat kenaikan harga minyak.
BACA JUGA:Permintaan Investasi Emas Indonesia Melonjak 40%, Terkuat di Dunia
BACA JUGA:Tether Menambah 14 Ton Emas pada Kuartal II 2026
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan 3 Agustus 2026: Cek Ragam Kadar Karat di Sini
Di sisi lain, pelemahan inflasi berdasarkan data Personal Consumption Expenditures (PCE) sempat mendorong harga emas bangkit. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah data Employment Cost Index (ECI) Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari perkiraan sehingga kembali menekan harga emas.
Pada akhir perdagangan pekan lalu, harga emas spot berada di level US$ 4.048,40 per ounce, atau relatif tidak berubah dibandingkan awal pekan.
Dalam survei terbaru Kitco News, sebanyak 17 analis berpartisipasi. Hasilnya menunjukkan pandangan Wall Street masih terbagi hampir merata. Sebanyak lima analis (29%) memperkirakan harga emas akan naik pada pekan ini, enam analis (35%) memprediksi harga akan turun, sementara enam analis lainnya (35%) menilai harga emas masih akan bergerak mendatar atau sideways.
Sementara itu, survei terhadap investor ritel atau Main Street menunjukkan optimisme mulai berkurang, meski mayoritas masih memperkirakan harga emas akan menguat.
Dari 184 responden, sebanyak 87 orang (47%) memperkirakan harga emas naik pada pekan ini, 55 responden (30%) memprediksi turun, sedangkan 42 responden (23%) memperkirakan emas akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi.



/2025/06/19/1344461422.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188322/original/019489300_1595493636-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299015/original/001342000_1753778278-Gemini_Generated_Image_lw0455lw0455lw04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313344/original/018060800_1785635741-rr.jpg)