Jakarta – Bank of Japan (BoJ) mengungkapkan, pelemahan yen menjadi salah satu faktor yang memperkuat alasan untuk kembali menaikkan suku bunga. Padahal, pemerintah Jepang telah menggelontorkan sekitar 11,7 triliun yen atau setara US$ 73,5 miliar (Rp 1.301 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.700) untuk intervensi di pasar valuta asing pada Mei, mata uang tersebut kembali tertekan hingga menyentuh level 160 yen per dolar AS dan bertahan di kisaran itu sepanjang sebagian besar Juni.
Direktur Ahli Monex Group, Jesper Koll, menilai intervensi pasar tidak akan efektif jika tidak diiringi perubahan kebijakan moneter.
BACA JUGA:Top 3: Bank Sentral Jepang Dongkrak Suku Bunga
BACA JUGA:Bursa Saham Global Melesat, Indeks Nikkei Sempat Tembus 70.000
BACA JUGA:Bank Sentral Australia Tahan Suku Bunga, Waspadai Inflasi
Intervensi tanpa mengubah kebijakan moneter domestik ibarat menginjak rem sambil tetap menekan pedal gas. Dalam kondisi terbaik, penumpang mungkin sedikit terhibur, tetapi dalam kondisi terburuk, Anda hanya akan menghabiskan kampas rem, ujarnya dilansir dari CNBC, Selasa (16/6/2026).
Di satu sisi, yen yang lemah memberikan keuntungan bagi sektor ekspor karena meningkatkan daya saing produk Jepang di pasar global. Namun di sisi lain, kondisi tersebut turut mendorong inflasi impor, terutama untuk energi dan bahan baku, serta menambah beban fiskal pemerintah yang harus menyalurkan berbagai subsidi guna menahan kenaikan harga.
Kemudian, pasar obligasi Jepang masih berada di bawah tekanan meski BoJ sudah menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1%, level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4802285/original/054709400_1713186311-Sydney_Opera_House_diterangi_dengan_pita_hitam_untuk_korban_penikaman_di_mal-AP__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314598/original/047423300_1606993117-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4799069/original/088162300_1712655655-BRI_Desktop_20240409_163358_0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361383/original/094002100_1679011888-Coinbase.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552282/original/064528400_1775805353-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt.jpg)