Jakarta – Industri aset digital terus memantapkan posisi dalam pilar penting pasar emas global. Penerbit stablecoin Tether meningkatkan kepemilikan emas dengan laju yang menyaingi bank sentral global.
Mengutip Kitco, Senin, (3/8/2026), pada Jumat, penerbit stablecoin ini merilis laporan keuangan kuartal kedua. Pada laporan keuangan itu mencatat laba operasional bersih sebesar US$ 1,5 miliar atau Rp 27,06 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040) dan mengungkapkan penambahan 14 ton emas fisik selama kuartal tersebut.
BACA JUGA:Permintaan Investasi Emas Indonesia Melonjak 40%, Terkuat di Dunia
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan 3 Agustus 2026: Cek Ragam Kadar Karat di Sini
Pembelian ini menjadikan total kepemilikan emas batangan perusahaan lebih dari 146 ton, dengan nilai sekitar US$ 18,8 miliar atau Rp 339,19 triliun, sehingga menempatkan Tether sebagai salah satu pemegang emas fisik swasta terbesar di dunia.
Perusahaan menyatakan, penerbitan stablecoin USDT miliknya meningkat hingga mencapai nilai token yang beredar sebesar US$ 184,6 miliar atau Rp 3.330 triliun pada akhir kuartal kedua, atau sekitar US$ 446 juta atau Rp 8,04 triliun lebih tinggi dibandingkan akhir kuartal pertama. Peningkatan ini terjadi di tengah penurunan total kapitalisasi pasar industri tersebut.
Ketangguhan USDT memperluas pangsa pasarnya hingga lebih dari 60% dari total pasar stablecoin. Hasil ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan strategi cadangan Tether di tengah volatilitas signifikan pada harga emas dan Bitcoin, ujar perusahaan dalam siaran persnya.
Perusahaan menambahkan pada akhir kuartal tersebut, nilai cadangannya melampaui nilai kewajibannya sebesar kurang lebih US$ 4,11 miliar atau Rp 74,1 triliun.
Kuartal kedua membuktikan kekuatan strategi cadangan Tether di bawah tekanan pasar yang nyata, ujar CEO Tether, Paolo Ardoino.
Aset-aset yang menjadi penopang sebagian cadangan Tether diuji secara langsung selama kuartal tersebut. Di tengah segala volatilitas, USDT tetap didukung sepenuhnya, dengan nilai cadangan yang masih melampaui kewajiban sebesar US$ 4,11 miliar,” ia menambahkan.



/2026/04/09/1245873096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299015/original/001342000_1753778278-Gemini_Generated_Image_lw0455lw0455lw04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313344/original/018060800_1785635741-rr.jpg)