Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso meramu strategi untuk menurunkan harga minyak goreng kemasan, baik Minyakita maupun premium. Lantaran, harga plastik tengah menjadi penyebab harga minyak goreng mahal.
Budi berharap harga minyak goreng bisa kembali normal dalam waktu yang tidak lama. Fokusnya tidak sebatas pada pasokan bahan baku dan distribusinya, tapi juga pada biaya pengemasan dengan plastik.
BACA JUGA:Harga Minyakita Naik, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Pasokan dan Harga MinyaKita Disebutkan Stabil, Faktor Ini Disebut jadi Kunci
BACA JUGA:Mendag Klaim DMO 35% Mampu Jaga Harga Minyakita Stabil
Ya secepatnya (bisa norma). Karena kita kan tidak mesti ngomongin (pasokan) minyaknya saja kan, karena tadi saya bilang yang kebanyakan faktornya karena dari (kenaikan harga) plastik, ungkap Budi, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dia mengatakan, salah satu upayanya adalah menjaga produksi plastik ditingkat industri dengan kepastian bahan bakunya. Cara ini untuk menyelesaikan permasalahan harga plastik dari hulu.
Ini yang plastik juga harus diselesaikan, makanya kami komunikasi dengan produsen, bahwa produsen menyampaikan sebenarnya produksi jalan terus, enggak ada masalah. Jadi mudah-mudahan sih gak ada kendala, tutur dia.
Jika masalah bahan baku plastik dan harga sudah berangsur normal, Budi berharap tidak ada gangguan di lini distribusi. Dengan demikian, diharapkan harga jual minyak goreng, termasuk Minyakita bisa kembali ke kondisi normal.
Harapan kami produksi plastik yang normal jangan sampai juga nanti distribusinya tetap mahal. Karena kalau produksi yang sudah normal ya distributor juga harus menyesuaikan, jelas dia.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350293/original/016762000_1757995809-peijia-li-AIWSvNU38H8-unsplash.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)
/2024/10/17/1045487600.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)