Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia membantah minimnya pasokan batu bara ke pembangkit listrik jadi penyebab pemadaman listrik di beberapa wilayah belakangan ini. Dia menuturkan, sudah ada penugasan pengadaan batu bara ke perusahaan-perusahaan penyedia.
Bahlil menjelaskan, PT PLN (Persero) butuh sekitar 154 juta ton batu bara ke pembangkit listrik tahun ini. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, kata Bahlil, sudah menugaskan perusahaan batu bara untuk alokasi pasokannya. Bahlil mengamini, baru ada 134 juta ton yang sudah dikontrak PLN. Dia menegaskan, soal alokasi dan distribusi ke pembangkit menjadi tanggung jawab PLN.
BACA JUGA:Bahlil Buka Suara Soal Kompensasi Warga Terdampak Pemadaman Listrik
BACA JUGA:Bahlil Ungkap Laporan PLN Terkait Pemadaman Listrik Bergilir
BACA JUGA:Proyek Hilirisasi Baterai Mobil RI Siap Diresmikan Juli 2026
BACA JUGA:Bahlil Geram, Enggan Kejadian PLN Kurang Pasokan Batu Bara Terulang Lagi
Total kebutuhan batu bara PLN itu 154 juta (ton). Dari 154 juta itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta, yang sudah dikontrakkan 134 juta ton, artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Di mananya ada kekurangan, teknisnya, untuk sampai di power plan-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN, kata Bahlil mengutip laman resmi Kementerian ESDM, Minggu, 21 Juni 2026.
Dia mengakui, ada pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Untuk itu, dia telah memerintahkan PLN untuk mengatasi sejumlah kendala yang terjadi di lapangan.
Artikel Bahlil Tepis Pemadaman Listrik Imbas Pasokan Batu Bara menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis www.wmhg.org. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis www.wmhg.org? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis www.wmhg.org yang dirangkum pada Senin, (22/6/2026):



/2024/05/02/541777676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133864/original/005571000_1739592026-1739589262071_arti-gen-z-dalam-bahasa-gaul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263890/original/062702000_1782028709-Presiden_KSPI__Said_Iqbal-21_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674212/original/048639800_1701747087-thought-catalog-I0TDRP0fj6Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)