Jakarta – Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menegaskan bahwa Singapura, Malaysia, dan Indonesia memiliki kepentingan strategis yang sama untuk menjaga Selat Malaka tetap terbuka.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya di Timur Tengah, yang mulai memberi tekanan terhadap jalur pelayaran internasional.
BACA JUGA:Kebijakan Indonesia soal Selat Malaka Sejalan dengan Hukum Internasional, Tidak Akan Pungut Tarif
BACA JUGA:Negara Paling Doyan Investasi ke RI, Singapura Tanamkan Rp 79,5 Triliun
BACA JUGA:Kasus Transaksi Jam Rolex Dikira Palsu Ternyata Asli, Penipu Tetap Dihukum 7 Bulan Penjara
BACA JUGA:Deretan Negara Ini Rutin Investasi di Indonesia hingga Kuartal I 2026
Balakrishnan mengatakan bahwa ketiga negara yang berada di sepanjang Selat Malaka memiliki mekanisme kerja sama untuk memastikan jalur tersebut tetap bebas dilalui tanpa pungutan.
“Kami tidak mengenakan tol. Kami semua adalah ekonomi yang bergantung pada perdagangan. Kami semua memahami bahwa menjaga jalur ini tetap terbuka adalah kepentingan bersama,” ujarnya dikutip dari Channel News Asia, Kamis (23/4/2026),
Ia menegaskan, keselarasan strategi antara ketiga negara ini menjadi faktor penting yang tidak selalu dapat ditemukan di kawasan lain.
“Intinya, ketiga negara memiliki kepentingan strategis yang sama dan selaras untuk menjaga jalur ini tetap terbuka. Hal ini tidak bisa dianggap remeh di banyak tempat lain,” tambahnya.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3941819/original/012012600_1645507016-PUPUK_Bersubsidi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1601200/original/046758400_1495427422-Fintech.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)
/2024/10/17/1045487600.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527489/original/089112300_1773204270-Kepala_Staf_Kepresidenan__Muhammad_Qodari-11_Maret_2026a.jpg)