Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait memastikan, status ketiga lokasi tanah atau lahan untuk rumah susun (rusun) subsidi kawasan Tanah Abang adalah milik negara. Pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan, kepastian itu didasarkan pada data yang disampaikan Kementerian ATR/BPN. Dengan hal ini, ia semakin yakin untuk menjalankan pembangunan hunian bagi masyarakat.
Waktu saya datang ke sana, kami sudah konsultasi dan yakin itu tanah negara. Namun, ada pihak lain yang belum yakin. Hari ini kami kembali konsultasi di Danantara Indonesia untuk memastikan status tanah tersebut di ATR/BPN. Jika sudah jelas sebagai aset negara, maka akan digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat, ujar Ara usai rapat bersama Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian ATR/BPN, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
BACA JUGA:Kementerian ATR Serahkan 3.922 Sertifikat Aset Pemprov DKI, Pramono: Nilainya Tembus Rp 102 Triliun
BACA JUGA:Harus Tahu, 3 Jenis Layanan Pertanahan Ini Tetap Dibuka Selama Libur Nataru
Dalam kesempatan serupa, Wakil Direktur Utama PT KAI, Dody Budiawan mengungkapkan, lahan di Pasar Tasik seluas sekitar 1,3 hektare. Selain itu, terdapat dua bidang tanah yang berhimpitan di kawasan Tanah Abang bongkaran dengan total luas sekitar tiga hektare.
Sesuai sertifikat HPL (Hak Pengelolaan Lahan) nomor 17 dan 19 dengan total sekitar tiga hektare, ujar Dody.
Dody menyampaikan, langkah progresif yang akan dilakukan selanjutnya adalah memasang plang di sana. Pemasangan plang dilakukan Hari Senin pekan depan.Â
Kami akan memasang plang yang menjelaskan data-data mengenai aset tersebut, bahwa aset tersebut adalah milik dari PT Kereta Api Indonesia, ujarnya.

/2025/08/31/663872302.jpg)
/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2026/02/05/898319651.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558635/original/048931100_1776435741-Direktur_Jenderal_Kawasan_Permukiman__Kementerian_PKP__Fitrah_Nur-17_April_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554581/original/048393600_1776077418-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Pemukiman__PKP__Maruarar_Sirait-13_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347730/original/064079400_1678087559-20230306-Ekonomi-China-AP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558599/original/033527100_1776431223-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait-17_April_2026d.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558555/original/036340500_1776424754-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait__saat_konferensi_pers_di_Wisma_Danantara-17_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558566/original/098264900_1776425951-IMG_3685.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)