Jakarta – Indonesia kembali menarik perhatian investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Fundamental ekonomi yang dinilai kuat serta kebijakan yang kredibel membuat Indonesia disebut sebagai salah satu bright spot atau titik terang dalam perekonomian global.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor besar di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:BI: IMF dan Investor Global Apresiasi Indonesia Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi
BACA JUGA:Respons Indonesia Hadapi Investigasi Dagang AS
BACA JUGA:Ekonomi RI Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda Dibanding Krisis 1998
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa minat investor terhadap Indonesia tetap tinggi. Meski sempat muncul keraguan akibat isu negatif terkait kondisi fiskal, investor pada akhirnya mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan terhadap Indonesia dapat diklarifikasi,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, investor pada dasarnya tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia, melainkan hanya ingin memastikan kondisi terkini. Setelah mendapat penjelasan, mereka dapat memahami arah kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap sejalan dengan prinsip ekonomi yang kuat.
“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa, dan karena mereka orang yang memahami, mereka dapat menerima bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan teori-teori ekonomi,” imbuhnya.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538430/original/003525400_1774515167-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_14.58.50.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3080941/original/054674800_1584612278-20200319-Nilai-Tukar-Rupiah-Terhadap-Dolar-AS-Hari-Ini-IMAM-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544033/original/072242900_1775044434-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)