Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyadari pentingnya menjaga ketahanan energi nasional secara serius. Upaya mengurangi ketergantungan impor berbarengan dengan percepatan transisi energi pun dijalankan secara simultan.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan bahwa sebagian kebutuhan energi nasional masih harus dipasok dari impor, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG).
BACA JUGA:Neraca Perdagangan Juli 2026 Surplus, Ekspor Tumbuh 6,05 Persen
BACA JUGA:Tekan Biaya Logistik, Bea Cukai Jakarta Optimalkan Pusat Logistik
BACA JUGA:Sektor Petrokimia Tertekan Impor, Industri Plastik Hadapi Ancaman Produk China
Sudah lama sekali, sejak 20 tahun lalu kita sudah impor. Artinya konsumsi kita lebih tinggi daripada produksi nasional. Di situlah kita perlu mendatangkan pasokan migas dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ungkap Arya dalam diskusi IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Salah satu strategi Pertamina untuk menekan ketergantungan energi fosil dan impor adalah dengan melakukan transisi energi, tanpa mengabaikan ketersediaan pasokan energi saat ini bagi masyarakat.
Pertamina sebagai perusahaan energi menjalankan dual growth strategy. Untuk memenuhi kebutuhan saat ini, kita harus menjaga ketahanan produksi agar masyarakat tetap mendapatkan BBM. Di sisi lain, kita juga membangun pilar energi ramah lingkungan, tuturnya.
Arya menjelaskan, pengembangan energi bersih yang sedang dikerjakan meliputi sektor panas bumi untuk sumber listrik, panel surya, hingga bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Jadi, untuk memenuhi kebutuhan, kita tetap menjalankan energi yang existing dari fosil, sembari terus mengembangkan energi yang ramah lingkungan, tegas Arya.

/2026/04/05/52899372.jpg)
/2025/12/02/1804168916.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4741274/original/088178900_1707738159-WhatsApp_Image_2024-02-12_at_15.41.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4822445/original/055067300_1714908469-fotor-ai-20240505174622.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)