Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan total subsidi untuk liquefied petroleum gas atau LPG mencapai sekitar Rp 100 triliun akibat lonjakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang terdampak gejolak geopolitik.
Saat ICP-nya masih di US$ 70 per barel, itu subsidi kita mencapai Rp 87 triliun. Tetapi begitu ICP-nya rata-rata sekarang di angka US$ 90 sampai US$ 100 per barel, subsidi kita di atas hampir Rp 100 triliun,” ucap Bahlil melansir Antara, Jumat (16/10/2026).
BACA JUGA:Pemerintah Belum Putuskan Pembatasan Beli Pertalite Pakai Kategori Desil
BACA JUGA:Bahlil: BP BUMN hingga Kementerian Investasi di Bawah Kemenko Hilirisasi
Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa lonjakan tersebut terjadi akibat ketidakpastian geopolitik, seperti perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, perang antara Ukraina melawan Rusia, serta perang yang melebar ke Arab Saudi.
Berbagai perang tersebut, kata Bahlil, melahirkan ketidakpastian energi.Hampir semua dunia sekarang berpikir tentang bagaimana bisa mengamankan sektor energi mereka dari dalam negeri mereka masing-masing. Ini tantangan kita, ucap Bahlil.
Bahlil mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan alternatif dari LPG, yakni CNG (compressed natural gas) atau gas alam dikompresi. CNG bukanlah sumber energi baru sebab sejumlah restoran dan hotel sudah memakai CNG.
Dan harganya lebih murah 30 sampai 40 persen. Itu memakai gasnya yang jenis C1, C2. Itu melimpah di negara kita, ucap Bahlil.
Dia meyakini CNG dapat menjadi substitusi impor LPG. Adapun yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah adalah memastikan kelancaran uji coba tabung 3 kg untuk CNG.
Ini sebagai strategi untuk bagaimana kita melahirkan substitusi impor, namun tabungnya yang 3 kg ini lagi diuji. Kalau tabung yang 12 kg itu sudah dipakai, kata Bahlil.
/2024/08/02/114433467.jpg)
/2019/05/02/1571177504.jpg)
/2025/09/21/610760520.jpg)
/2019/08/05/1615535358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339260/original/092639000_1788408891-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_gandeng-danantara-ojk-lapor-dpr-soal-aturan-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-pekan-depan_1000428598.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374906/original/068342700_1792084216-43e2bf09-4a46-4516-a3c2-b4f7a7b570dc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4972595/original/083761400_1729246471-hangry_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)