Jakarta – Produsen cokelat terbesar di dunia memutar otak seiring harga kakao yang tinggi. Sejumlah strategi dilakukan produsen cokelat mulai dari melirik media sosial dan strategi lain untuk menarik perhatian konsumen.
Mengutip CNBC, Minggu (26/7/2026), Harga kakao sempat mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga kakao didorong kondisi cuaca dan panen kakao yang buruk mendorong biaya cokelat lebih tinggi dan meredam sentimen konsumen. Namun, harga kakao kini merosot.
BACA JUGA:KAI Jadikan Suara Pelanggan Pijakan Keputusan Strategis
BACA JUGA:OJK Beri Sanksi kepada 5 Pelaku Industri Kripto dan Inovasi Teknologi Keuangan
BACA JUGA:Harga Pangan 3 Juli 2026: Cabai Rawit Rp 70 Ribu per Kg
BACA JUGA:Industri Makanan dan Minuman Percepat Pengembangan Produk Sehat
Kontrak berjangka kakao terakhir diperdagangkan pada US$ 5.327 atau Rp 95,47 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.920) per metrik ton, dan turun 34% selama setahun terakhir. Komoditas ini melonjak hingga hampir US$ 12.000 per metrik ton pada akhir 2024. Harga kakao biasanya berkisar antara US$ 2.000-US$ 3.000 selama dua dekade terakhir.
Raksasa cokelat Swiss Barry Callebaut, Lindt dan Nestle menunjukkan kenaikan harga kakao sebagai penghambat laba.
Pada Senin, Lindt menuturkan, kenaikan harga kakao di seluruh grup sebesar 11,8% menyebabkan volume penjualan cokelat turun 7,5% karena lebih sedikit konsumen yang membeli cokelat pada paruh pertama 2026.
Harga kakao yang mencapai rekor tertinggi membutuhkan kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh industri. Sementara ketidakpastian geopolitik, inflasi dan sentimen konsumen yang lemah membebani permintaan,” ujar CEO Grup Adalbert Lechner.
“Krisis di Timur Tengah menambahkan hambatan lain dengan melemahnya arus pariwisata dari Asia dan Timur Tengah ke Eropa,” ia menambahkan.



/2021/02/18/1325885497.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306780/original/061138500_1784897996-AP25080501331876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305957/original/000091700_1784813292-1000386094.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1760867/original/090895100_1509928346-Joki-Kuda-Bromo5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295803/original/073496000_1783947875-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308647/original/018090100_1785155621-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_19.29.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983551/original/040526200_1730124925-WhatsApp_Image_2024-10-28_at_16.06.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)