Jakarta – Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) mendorong kemandirian industri petrokimia nasional melalui strategi diversifikasi bahan baku (feedstock) di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Ketua Umum INAPLAS Suhat Miyarso menegaskan, langkah diversifikasi menjadi kunci bagi industri untuk tetap bertahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku utama seperti nafta.
BACA JUGA:Force Majeure Chandra Asri Berakhir, Pasokan Bahan Baku Kembali Stabil
BACA JUGA:Industri dan Produk Tekstil Indonesia Hadapi Tekanan Berat Imbas Lonjakan Harga Petrokimia
Krisis yang terjadi saat ini dipicu oleh dinamika geopolitik global yang memberikan ragam tekanan mulai dari suplai bahan baku hingga alur distribusi yang berdampak pada industri plastik dan petrokimia, kata dia dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026).
Wakil Ketua Umum INAPLAS Edi Rivai menambahkan, tekanan terhadap industri petrokimia bukan hanya bersifat jangka pendek, melainkan telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir pascapandemi COVID-19.
Selain itu, kondisi overcapacity global, terutama dari kawasan Timur Tengah dan China, menjadi faktor utama yang menekan pasar.
Disampaikan dia, dalam menghadapi kondisi tersebut, industri melakukan reposisi strategi dengan mengoptimalkan berbagai alternatif bahan baku, seperti LPG dan kondensat, meskipun penggunaan nafta masih mendominasi.
LPG, misalnya, telah dimanfaatkan sebagai bahan campuran (blending) dengan porsi tertentu untuk meningkatkan efisiensi biaya.
Meski menghadapi berbagai tekanan, industri petrokimia nasional masih menunjukkan ketahanan. Edi memastikan bahwa hingga saat ini belum terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut, meskipun biaya produksi mengalami peningkatan.
Sebagai langkah penguatan jangka panjang, INAPLAS juga mendorong pemerintah untuk memperluas sumber bahan baku, tidak hanya bergantung pada minyak bumi, tetapi juga memanfaatkan methanol, batu bara, gas, hingga bio-feedstock.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939559/original/034412000_1725802667-Harga_tiket_pesawat_domestik_menjadi_mahal-HERMAN_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574732/original/093442300_1777973753-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-5_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)