Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal ini menyusul laporan penumpukan sekitar 3.100 kontainer impor dan 3.000 dokumen yang belum terselesaikan.
“Saya ke sini hari ini untuk menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan mungkin beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Suratnya sampai 3.000 surat dan itu berkaitan dengan kontainer sebanyak 3.100,” katanya usai melakukan sidak di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Sabtu (6/6).
BACA JUGA:Top 3: Pelemahan Rupiah Bukan Sinyal Indonesia Menuju Krisis
BACA JUGA:Importir Sengaja Parkir Kontainer di Pelabuhan, Siap-Siap Kena Sanksi
Purbaya mengatakan kondisi tersebut telah mengganggu pasokan bahan baku impor dan meningkatkan dwelling time di pelabuhan. Meski jumlah kontainer yang menumpuk mulai turun dari sekitar 3.000 menjadi 2.500, ia menilai alasan keterlambatan akibat lonjakan volume barang tidak masuk akal.
Maka untuk mempercepat layanan, Purbaya meminta penambahan personel dan operasional 24 jam hingga jumlah kontainer kembali normal di kisaran 500 unit. Ia juga menemukan banyak kontainer yang sudah menyelesaikan proses kepabeanan namun tidak segera diambil importir.
“Mungkin karena dendanya lebih murah. Mereka biarkan saja di sini barangnya. Mereka mungkin hitungnya di sini lebih murah dibandingkan kalau mereka sewa gudang di luar sana,” jelasnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898268/original/060485700_1780727716-images.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6469027/original/003823200_1779330806-kebanjiran-barang-impor-ilegal-jokowi-akui-ada-permainan-bea-cukai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435870/original/088377700_1684729184-serena-t-EeIVy0KPfcE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493247/original/043625100_1770199019-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3493167/original/008504900_1624612393-shutterstock_1654274959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)