Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada Senin, (8/6/2026). Rupiah di posisi 18.100 terhadap dolar AS. Analis prediksi, rupiah mash tertekan, salah satunya didorong penguatan kurs dolar AS.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 71 poin atau 0,39% menjadi 18.107 dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.036.
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Harga Baju hingga Sepatu Siap-Siap Naik Bulan Depan
BACA JUGA:IHSG Anjlok 4,5% ke 5.342, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Rupiah Tertekan, Pengusaha Pede Investasi Masih Tumbuh
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Loyo ke Rp 18.188 per Dolar AS
Prediksi Rupiah
Sebelumnya, pergerakan nilai tukar rupiah diprediksi masih melemah dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan, analis memprediksi pelemahan rupiah bisa berlanjut ke level Rp 19.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir Juni 2026.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 17.950-18.250 per dolar AS. Sentimen gejolak geopolitik masih menjadi faktor utama penguatan dolar AS.
Kalau gejolak geopolitik ini masih akan terus berlangsung, kemudian spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dan menaikkan suku bunga, di akhir Juni ini rupiah kemungkinan besar 99,99 persen itu akan di 19.000, ungkap Ibrahim dikutip Senin (8/6/2026).
Dia menjelaskan, tensi geopolitik di Timur Tengah menyoal perang AS dan Iran masih punya pengaruh. Ketegangan di Selat Hormuz turut memicu prediksi perang akan berlangsung lama.
Tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina juga dipandang ikut berpengaruh, meski ada upaya rencana perundingan gencatan senjata. Namun, kata Ibrahim, tensi geopolitik diprediksi masih berlanjut.
Di sisi lain, kebijakan Bank Sentral AS juga berpengaruh kuat pada penguatan dolar AS. Apalagi, peluang kenaikan suku bunga The Fed terbuka lebar.
Bank Sentral Amerika ya kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tinggi dan akan menaikkan suku bunga di kuartal ketiga, di kuartal keempat, ya sebesar 25 basis poin. Nah ini yang membuat apa? Membuat dolar kembali lagi mengalami penguatan, jelas Ibrahim.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147468/original/046003900_1591677975-20200609-Ojek-Online-Gunakan-Pelindung-Pembatas-Antar-Penumpang-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229351/original/000339000_1781089767-DSC01865.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
/2025/06/28/1288662421.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257112/original/078292600_1781213799-AP26162744447190.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)