Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah berbalik arah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, (4/8/2026) dibandingkan perdagangan kemarin. Analis menilai, kurs rupiah tertekan seiring defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 30 poin atau 0,17% menjadi 18.027 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya 17.997 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Kembali Melemah, Harga Minyak dan Defisit Dagang Jadi Beban
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.997, Data Manufaktur Indonesia jadi Penopang
BACA JUGA:Permintaan Investasi Emas Indonesia Melonjak 40%, Terkuat di Dunia
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melemah di level 18.037 per dolar AS dari sebelumnya 17.991 per dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 defisit US$ 450 juta dolar AS,” ujar dia dikutip dari Antara.
Defisit pada Juni 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas sebesar US$ 3,49 miliar dengan komoditas utama penyumbang defisit pada migas yaitu hasil minyak dan minyak mentah. Defisit terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$ 5,46 miliar lebih rendah dibandingkan impor yang tercatat sebesar US$ 25,91 miliar per Juni 2026.
Sementara itu, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2026 berada di level US$ 145 miliar. Penurunan cadev disebabkan keperluan stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi cadangan devisa ini turun dari posisi tertingginya, yakni 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025.
“Sikap hati-hati juga masih mewarnai pasar menjelang rilis data PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal kedua pada hari Rabu, 5 Agustus 2026 mengingat pasar mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan lonjakan 5,6 persen pada kuartal sebelumnya,” ujar dia.
Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 akan melambat, diperkirakan berada di bawah 5,6%, tetapi tidak jauh dari 5,4%.



/2025/03/07/402152646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315528/original/045141100_1785839874-Pedagang_bendera_merah_putih_dan_pernak-pernik-4_Agustus_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5048154/original/096981400_1734015787-IMG-20241212-WA0031.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305868/original/084134900_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)