Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendatar pada Jumat, (21/8/2026). Pergerakan rupiah terhadap dolar AS akan dipengaruhi rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II 2026.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendatar di 17.748 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.748 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.694 per Dolar AS, Ini Pemicunya
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Menguat ke 6.525, Mayoritas Sektor Saham Menghijau
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.748, Analis Ungkap Penyebabnya
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat, Analis Prediksi Bisa Tembus 17.750 per Dolar AS
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menuturkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibayangi rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026.
“Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2Q26 hari ini,” ujar dia dikutip dari Antara.
Pihaknya memprediksi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) melebar menjadi 3,09% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari 1,09% terhadap PDB pada kuartal I-2026.
Pelebaran defisit, menurut dia, terutama didorong oleh peningkatan musiman pada arus keluar pendapatan primer, khususnya pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada non-residen, serta memburuknya kinerja neraca barang seiring dengan tercatatnya defisit perdagangan pada Mei dan Juni 2026.
Di samping itu, sentimen lain berasal dari pengumuman program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS berjangka panjang.
Operasi tersebut bertujuan menurunkan imbal hasil obligasi jangka panjang yang sebelumnya terus naik mencapai level tertinggi dalam 20 bulan (obligasi 10 tahun AS). Dengan imbal hasil obligasi AS yang menurun, membuat dolar AS lebih kurang menarik.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di 17.700-17.825 per dolar AS.

/2018/08/30/1084774944.jpg)
/2026/02/19/212601297.jpg)
/2026/04/30/1484041531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329661/original/089396100_1787288109-1000415872.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327766/original/042229600_1787123260-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_11.24.58_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685270/original/020372900_1702472073-20231213-Plt-Kepala-BPS-Amalia-Adininggar-Widyasanti-Herman-8.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330866/original/018554800_1787456051-e035b7cc-5f88-4c40-95bb-2878cc7c28ea.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331058/original/030451000_1787475088-e6d4baaa-fc79-4ec1-bba8-a8e8e8f13c20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330778/original/088179500_1787445359-_Ki-ka__Moderator__Calvin_Kizana__CEO_Tokocryto__SB_Seker__Head_of_APAC_Binance__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5005139/original/074512300_1731568906-1713324006144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762654/original/090092900_1709631325-fotor-ai-20240305163231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)