Jakarta – Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (AS) (Federal Trade Commission/FTC) menggugat Amazon.com, Senin, 31 Agustus 2026 atas tuduhan diam-diam menaikkan harga minimum iklan secara ilegal.
FTC, didukung oleh koalisi bipartisan dari 22 negara bagian, menyatakan Amazon menggelembungkan harga lelang iklan tanpa sepengetahuan para pengiklan, sehingga menyebabkan kerugian setidaknya US$ 20 miliar atau Rp 354,2 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.710).
BACA JUGA:Google dan OpenAI Serukan Perkuat Keamanan Siber, Serangan AI Makin Bahaya
BACA JUGA:Twitch dan Amazon Ketahuan Pakai Konten Steamer Tanpa Izin
BACA JUGA:10 Perusahaan dengan Karyawan Terbanyak di Dunia
Dilansir dari Channel News Asia yang mengutip Reuters, Selasa, (1/9/2026), dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal Distrik Barat Washington, FTC menyebut Amazon meraup keuntungan miliaran dolar AS dengan mengorbankan para pelanggan iklan lelangnya.
Para pengiklan rugi besar-besaran akibat naiknya harga iklan, sehingga negara-negara bagian berpeluang menuntut denda perdata sekaligus upaya pemulihan sebagian kerugian. FTC menyebut akan menuntut ganti rugi hingga puluhan miliar dolar AS, meski jumlah pastinya belum ditentukan.
Namun, Amazon membantah semua tuduhan tersebut melalui unggahan blog resminya, Senin. Mereka mengklaim kebijakan periklanannya bertujuan menampilkan iklan yang paling relevan bagi konsumen, dan menegaskan bahwa rata-rata biaya per klik bagi pengiklan tetap stabil dari 2019 hingga 2024, sementara penjualan yang dihasilkan memang meningkat.
Pendekatan Amazon terhadap penetapan harga bertolak belakang dengan anggapan adanya kerugian bagi konsumen, tegas perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa mereka selalu menawarkan harga terendah dengan pilihan produk terluas, dan mengusahakan harga ritel serta bahan pokoknya setara atau bahkan lebih murah dibanding kompetitor.

/2023/05/14/264219921.jpg)
/2025/12/19/61195436.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420194/original/096245700_1763728465-IMG_0140.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)