Jakarta – Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam kondisi sehat, ekspansif, dan mampu mendukung pembangunan nasional. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Purbaya mengatakan, keputusan S&P tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan pengelolaan fiskal pemerintah. Penilaian itu juga meredam spekulasi yang sebelumnya berkembang di pasar mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia.
BACA JUGA:Kawasan Ekonomi Khusus Mana yang Dipilih PFII? Ini Jawaban Purbaya
BACA JUGA:Cek Fakta: Hoaks, Gubernur Sherly Dukung Menkeu Purbaya Soal Bantuan Dana Pensiunan
BACA JUGA:Realisasi Belanja APBN 2026 Tembus Rp 1.656 Triliun pada Semester I
Sekali lagi saya sampaikan, APBN kita dalam kondisi baik, tetap ekspansif, dan mendukung pembangunan,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, di Kementerian Keuangan, Selasa (21/7/2026).
Ia mengungkapkan, pasar sempat diwarnai rumor pada awal Juli yang menyebut S&P akan menurunkan peringkat maupun outlook kredit Indonesia. Isu tersebut bahkan memicu tekanan terhadap pasar saham dan menjadi perhatian pelaku pasar serta investor.
Namun, Purbaya menegaskan, hasil penilaian S&P justru mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Menurut dia, keputusan itu mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat tersebut terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.
“Artinya, S&P melihat kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bergerak ke arah yang benar, mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat tanpa mengabaikan kehati-hatian dalam pelaksanaan kebijakan fiskal,” ujar Purbaya.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292382/original/070836300_1783592751-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM__Bahlil_Lahadalia-9_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3520932/original/054634300_1627274266-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552343/original/069953600_1629981833-clay-banks-XvS-uKUoUao-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980632/original/088675900_1729925953-3c4be2dd-02e9-4dde-98e4-1b2a557f2b63.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076500/original/004014500_1735885889-000_32XK6HY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)