Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan faktor utama yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu negara. Menurutnya, salah satu kunci utamanya terletak pada kerukunan para elit bangsa. Ia menegaskan, semua negara yang gagal pada dasarnya disebabkan oleh elitnya yang terus berseteru.
Prabowo menyampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi antarelit sangat diperlukan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang berhasil.
BACA JUGA:Prabowo Wanti-wanti Pengusaha: Perang Geopolitik Ancam Harga Pangan dan BBM
BACA JUGA:Prabowo Kepincut Cara India Bangun 40 Juta Rumah
Terutama yang kita pelajari adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elit, perlunya ada kerja sama dan kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitnya bisa kerja sama, sementara semua negara yang gagal elitnya ribut, kata Prabowo dalam Pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, yang dimaksud elit bangsa tidak hanya terbatas pada tokoh politik, melainkan mencakup elit di bidang ekonomi, intelektual, agama, budaya, seni, produsen, hingga buruh.
Ini semacam matriks. Kalau di AI kan ada data yang dikumpulkan, tinggal kita buka saja. Tunjukkan kepada saya, negara mana yang berhasil kalau elitnya ribut terus? ucapnya.
Jadi, saya sangat berterima kasih dan sangat gembira, saudara-saudara dari awal pemerintahan yang saya pimpin menunjukkan niat untuk bekerja sama dan berjuang bersama demi kebaikan seluruh bangsa dan negara, imbuh Kepala Negara.



/2022/07/27/2069619128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128631/original/7400_1739254888-DALL__E_2025-02-11_13.20.04_-_A_futuristic_and_vibrant_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_playful_yet_confident_expression_.jpg)