• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

    Summarecon Crown Gading Luncurkan Emerald Commercial, Harga Rp 1,7 Miliar

    Summarecon Crown Gading Luncurkan Emerald Commercial, Harga Rp 1,7 Miliar

    Bpfilters Luncurkan Filter Solar Khusus B50 untuk Mesin Diesel dan Alat Berat

    Bpfilters Luncurkan Filter Solar Khusus B50 untuk Mesin Diesel dan Alat Berat

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

    Summarecon Crown Gading Luncurkan Emerald Commercial, Harga Rp 1,7 Miliar

    Summarecon Crown Gading Luncurkan Emerald Commercial, Harga Rp 1,7 Miliar

    Bpfilters Luncurkan Filter Solar Khusus B50 untuk Mesin Diesel dan Alat Berat

    Bpfilters Luncurkan Filter Solar Khusus B50 untuk Mesin Diesel dan Alat Berat

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Industri Nikel Baru Setengah Jalan, Hilirisasi Masih Hasilkan Produk Setengah Jadi

Industri Nikel Baru Setengah Jalan, Hilirisasi Masih Hasilkan Produk Setengah Jadi

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-05-25
0

Industri Nikel Baru Setengah Jalan, Hilirisasi Masih Hasilkan Produk Setengah Jadi

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

wmhg.org – JAKARTA. Pemanfaatan komoditas nikel di Indonesia baru setengah jalan. Meski menjadi raja nikel dalam rantai pasok global, tapi program hilirisasi di Indonesia masih dominan menghasilkan produk setengah jadi, sedangkan industri yang menghasilkan produk akhir belum berkembang.

The Energy Shift Institute (ESI) menyoroti maraknya pembangunan fasilitas pengolahan atau pabrik peleburan (smelter) dalam satu dekade terakhir belum dibarengi dengan pembangunan industri lanjutannya. Dalam laporan terbaru bertajuk “Dominance without depth: the smelting superpower that imports its own metal”, ESI menilai struktur industri hilirisasi di Indonesia belum optimal.

Dalam lima tahun terakhir, produksi nikel Indonesia melonjak sekitar 300%. ESI mencatat, pada tahun 2025, Indonesia menguasai sekitar 86% perdagangan global feronikel dengan nilai sekitar US$ 14 miliar.

Indonesia berkontribusi sekitar 75% atau setara US$ 4 miliar untuk perdagangan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang merupakan bahan perantara baterai. Tetapi, pada produk baja tahan karat (stainless steel) jadi, pangsa Indonesia menyusut menjadi hanya sekitar 15% atau kurang dari US$ 1 miliar.

Associate Principal ESI Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma membeberkan bahwa sekitar 98% kapasitas stainless steel nasional masih terkonsentrasi di tahap hulu, seperti smelting dan produksi baja dasar. Sementara 70% fasilitas pemrosesan berhenti pada produksi lempengan baja, dengan 85% kapasitas produksi dialokasikan untuk ekspor.

Kondisi ini menunjukkan industri lanjutan seperti pabrik pipa, produsen baut dan mur, pemotongan dan pencetakan baja, hingga fasilitas pelapisan permukaan masih sangat terbatas di dalam negeri. Indonesia pun mengekspor sebagian besar baja tahan karat, lalu mengimpornya kembali dalam bentuk produk jadi yang terbuat dari bahan tersebut.

Indonesia berhasil membangun pengolahan mineral di dalam negeri dalam sepuluh tahun terakhir. Namun, skala di pabrik peleburan tidak sama dengan pembangunan industri. Inilah paradoks yang perlu kita hadapi,” kata Zuhdi dalam diskusi yang berlangsung pada Senin (25/5/2026).

Padahal, manfaat ekonomi industri lanjutan jauh lebih besar. ESI memperkirakan, investasi US$ 1,5 miliar pada satu smelter di Morowali umumnya menyerap sekitar 3.000-5.000 tenaga kerja. Sedangkan jika nilai investasi yang sama diarahkan ke 30-50 perusahaan manufaktur tahap lanjut (tier-2) dapat menciptakan sekitar 15.000-25.000 lapangan kerja serta memperkuat permintaan domestik.

“Dengan nilai investasi yang sama, Indonesia bisa mendapatkan lima kali lebih banyak pekerjaan, basis keterampilan yang lebih luas, dan permintaan yang bertumpu pada pasar domestik, bukan hanya mengikuti siklus komoditas global. Kami bukan menolak smelter, karena  Indonesia sudah memilikinya. Kami mendorong langkah berikutnya,” tegas Zuhdi.

Pemerintah pun menaruh perhatian pada kondisi ini. Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi / Sekretaris Utama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Rudy Salahuddin mengamini bahwa hilirisasi tidak lagi cukup dimaknai hanya sebagai pembangunan smelter atau pengolahan tahap awal.

Arah kebijakan pemerintah saat ini adalah mendorong agar sumber daya strategis, termasuk nikel, dapat diproses lebih jauh menjadi produk bernilai tambah tinggi, baik dalam bentuk bahan baku industri lanjutan, komponen baterai, maupun produk akhir yang siap digunakan oleh pasar domestik dan global, kata Rudy.

Salah satu langkah pemerintah adalah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Melalui beleid ini, pemerintah mulai mengendalikan investasi baru pada smelter nikel hulu yang hanya menghasilkan produk antara (intermediate product). 

Pembatasan tersebut mencakup investasi baru untuk smelter yang menghasilkan produk antara seperti Nickel Pig Iron (NPI), Ferronickel (FeNi), nickel matte, dan MHP. Dengan demikian, smelter berbasis Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) yang umumnya menghasilkan NPI atau FeNi, maupun smelter berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang berhenti pada produk MHP, diarahkan untuk tidak lagi menjadi tujuan akhir investasi. 

Pemerintah ingin agar investasi nikel bergerak lebih dalam menuju produk turunan lanjutan seperti bahan baku baterai, komponen industri hijau, hingga manufaktur produk akhir, tegas Rudy.

Insentif dan Kepastian Regulasi

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah membeberkan bahwa pada tahun 2025, produksi olahan nikel Indonesia mencapai sekitar 2,5 juta ton nikel kelas 1 dan kelas 2. Dari jumlah produk antara tersebut,  lebih dari 80% diekspor ke luar negeri untuk diolah menjadi barang-barang jadi dan aplikatif dengan nilai tambah lebih besar.

Arif memahami bahwa PP No. 28/2025 dirancang untuk membuka peluang investasi baru di industri nikel. Hanya saja, masih ada sederet tantangan untuk dapat menarik minat investasi dari sektor swasta lokal dan global pada pendalaman rantai nilai dan industri nikel di Indonesia.

Yang menjadi tantangan besar adalah bagaimana Indonesia dapat menarik investasi sektor swasta yang lebih besar untuk bergerak lebih jauh ke hilir dalam rantai nilai nikel, termasuk untuk rantai nilai nikel baterai, kata Arif saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (25/5/2026).

Menurut Arif, pemerintah perlu fokus pada lima strategi agar bisa menyambungkan hilirisasi nikel ke industrialisasi di dalam negeri. Pertama, jaminan investasi dan insentif fiskal. Kedua, pembangunan infrastruktur dasar terutama yang berkaitan dengan energi, transportasi dan logistik.

Ketiga, kerangka regulasi yang dapat mengurangi birokrasi dan ketidakpastian, serta kebijakan yang konsisten dan prediktibilitas. Keempat, pengembangan industri yang berkelanjutan dan mempertimbangkan lingkungan dan sosial. Kelima, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan alih teknologi.

Sementara itu, Praktisi smelter dan Dewan Penasihat Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo) Arif S. Tiammar menyoroti sebagian besar investor produk nikel setengah jadi didominasi oleh perusahaan yang memiliki keterkaitan penjualan di luar negeri, terutama China. Adapun, Negeri Panda itu sudah memiliki fasilitas industrilisasi yang mapan dan ditopang oleh ekosistem yang sangat mendukung. 

Sedangkan iklim investasi dan industri di Indonesia masih menjadi sorotan. Padahal, Arif menegaskan bahwa investor memerlukan kepastian hukum, perizinan dan birokrasi yang ringkas, rasa aman dari gangguan terhadap kelangsungan usaha serta fasilitas investasi.

Kenyataannya, jika ingin membangun industri di Indonesia, puluhan perizinan harus dituntaskan dengan waktu penyelesaian yang kadang mencapai dua tahun bahkan bisa lebih, kata Arif.

Direktur  Kolaborasi  Internasional   Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Imaduddin  Abdullah punya catatan serupa. Dengan sumber daya mineral yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif untuk menarik minat investasi di sisi hulu tambang.

Tetapi di sisi hilir-industri, ada kalkulasi yang lebih kompleks dari para calon investor. Tak hanya soal insentif, investor lokal maupun global juga mempertimbangkan hitungan keekonomian seperti struktur biaya, rantai pasok logistik, ketersediaan SDM, serta teknologi.

(Pertimbangan investasi) di hilir menjadi lebih kompleks. Kalau bicara dengan investor, terkadang mereka nggak terlalu membutuhkan insentif, asalkan ada kejelasan investasi, biaya logistik murah, talenta yang dibutuhkan banyak serta ekosistem inovasi tinggi, tandas Imaduddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Hacker Bobol Polymarket, Aset Kripto Rp 9 Miliar Dikuras

Hacker Bobol Polymarket, Aset Kripto Rp 9 Miliar Dikuras

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Katalog Promo Indomaret Agustus 2024, Ada Banyak Diskon Makanan dan Kebutuhan Dapur

Katalog Promo Indomaret Agustus 2024, Ada Banyak Diskon Makanan dan Kebutuhan Dapur

2024-08-11
Dukung Mandat Prabowo, BRI Siapkan Akses Pembukaan Rekening

Dukung Mandat Prabowo, BRI Siapkan Akses Pembukaan Rekening

2026-09-09
Ramzi Resmi Jabat Wakil Bupati Cianjur, Harta Kekayaan Capai Rp 29,7 Miliar

Ramzi Resmi Jabat Wakil Bupati Cianjur, Harta Kekayaan Capai Rp 29,7 Miliar

2025-02-21
10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia

10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia

2026-09-08
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 September 2026

Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 September 2026

2026-09-14
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 12 September 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 12 September 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

2026-09-14
Harga Emas Antam Minggu 13 September 2026 Stabil, Cek Rinciannya di Sini!

Harga Emas Antam Minggu 13 September 2026 Stabil, Cek Rinciannya di Sini!

2026-09-14
Harga Emas Antam Sepekan Turun Rp 33.000, Intip Geraknya di Sini!

Harga Emas Antam Sepekan Turun Rp 33.000, Intip Geraknya di Sini!

2026-09-14

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Coinbase Gandeng Moov, Bawa Stablecoin ke 1.000 Bank

Coinbase Gandeng Moov, Bawa Stablecoin ke 1.000 Bank

2026-09-14
0
Harga Kripto 13 September 2026: Bitcoin Turun, Zcash dan Hyperliquid Menguat

Harga Kripto 13 September 2026: Bitcoin Turun, Zcash dan Hyperliquid Menguat

2026-09-14
0
Bitcoin Suisse Berencana Pangkas 50% Karyawan

Bitcoin Suisse Berencana Pangkas 50% Karyawan

2026-09-14
0
Ini Jumlah XRP yang Bisa Bikin Investor Jadi Miliarder dalam 20 Tahun

Ini Jumlah XRP yang Bisa Bikin Investor Jadi Miliarder dalam 20 Tahun

2026-09-14
0
Dua Miliarder Kripto Sumbang Rp 1,7 Triliun ke Partai Politik Inggris

Dua Miliarder Kripto Sumbang Rp 1,7 Triliun ke Partai Politik Inggris

2026-09-14
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 September 2026

Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 September 2026

2026-09-14
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 12 September 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 12 September 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

2026-09-14

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.