Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan implementasi Sistem Pemungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) mulai berjalan pada Kamis (10/9/2026). Purbaya mengatakan, pemerintah pada tahap awal melibatkan seluruh bank Himbara dan sejumlah bank serta perusahaan financial technology (fintech) dalam penerapan sistem tersebut.
Purbaya mengatakan, pemerintah masih menguji penerapan SPPT DLN dalam beberapa minggu pertama sebelum memperluas kepesertaan kepada bank lain. Pemerintah menargetkan seluruh perbankan dapat mengikuti program tersebut setelah sistem dinilai siap.
BACA JUGA:Purbaya Siapkan Cara Supaya Kementerian Tak Minta Anggaran Tambahan
BACA JUGA:Tak Ikuti Langkah Jepang, Purbaya Jelaskan Alasan PPN Belum Turun
BACA JUGA:Pakai Dana Desa, Purbaya Ungkap Skema Baru Utang Koperasi Merah Putih
Sementara bank Himbara dulu. Semuanya, 4 itu besar,” katanya di Kementerian Keuangan, Kamis (10/9/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah juga telah melibatkan sejumlah bank lain dan lebih dari 20 perusahaan fintech dalam tahap awal implementasi. Namun, Purbaya mengaku belum mengetahui jumlah pasti perusahaan fintech yang telah ikut dalam tahap tersebut.
Purbaya mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi hasil penerapan SPPT DLN selama satu bulan sebelum memperluas cakupan program. Pemerintah akan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk memastikan kesiapan sistem sebelum menambah peserta.
“Jadi kita tes dulu seperti itu, seperti apa dalam beberapa minggu ke depan. Habis itu kita perluas ke bank-bank yang lain. Nanti pada akhirnya semua bank akan ikut program itu,” ucapnya.
Purbaya mengatakan bank swasta dan perusahaan fintech akan mengikuti program secara bertahap. Pemerintah akan menambah peserta setelah sistem dinilai siap berdasarkan hasil pengujian.
“Walaupun sekarang sudah siap, tapi saya mau lihat hasilnya berapa, seperti apa sebulan ke depan,” ujar dia.
/2026/05/21/68904607.jpg)
/2026/04/23/1284705323.jpg)
/2026/04/25/1145875034.jpg)
/2026/05/06/550430341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344340/original/014473700_1788942963-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.32.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149804/original/091239300_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312564/original/022789700_1785509518-1000394259.jpg)