Jakarta – Kepala BP BUMN sekaligus CEO Danantara, Dony Oskaria, menargetkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat memangkas kebocoran subsidi yang tidak tepat sasaran hingga sekitar Rp 150 triliun per tahun melalui sistem distribusi dan data penerima subsidi yang terintegrasi.
Dony menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sistem daring bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi untuk menghubungkan penyaluran subsidi dengan basis data masyarakat yang berhak menerima bantuan. Untuk itu, pemerintah mengalokasikan investasi sekitar Rp 80,28 triliun demi mengembangkan Kopdes sebagai jaringan distribusi utama di tingkat desa.
BACA JUGA:Komisi XI DPR Setuju Pagu Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun
BACA JUGA:Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Naik, Purbaya Tunggu Hitungan BNPB
“Teman-teman bisa bayangkan, paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp 150 triliun setahun,” kata Dony di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dony menambahkan bahwa Kopdes bakal berfungsi sebagai saluran resmi distribusi barang-barang subsidi di seluruh perdesaan. Luasnya jangkauan jaringan Kopdes dinilai dapat membantu pemerintah membangun satu basis data tunggal sekaligus memperketat pengawasan di lapangan.
Selain mengamankan subsidi, pemerintah menargetkan Kopdes sebagai instrumen untuk meredam laju inflasi, khususnya pada komoditas pangan. Pemerintah dapat langsung menggelar operasi pasar atau menyalurkan bahan pokok melalui jaringan Kopdes saat terjadi lonjakan harga.
“Kalau misalnya harga beras naik, kita tinggal distribusikan khusus di seluruh Kopdes dengan harga sekian. Inflasi bisa kita tekan, terutama bahan pokoknya,” ujar Dony.
/2026/05/21/68904607.jpg)
/2026/04/23/1284705323.jpg)
/2026/04/25/1145875034.jpg)
/2026/05/06/550430341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149804/original/091239300_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344340/original/014473700_1788942963-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.32.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)