Jakarta – PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan penundaaan pembayaran bunga sukuk ijarah berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 seri A-C ke-5 pada 27 Agustus 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (30/8/2026), Pos Indonesia menjelaskan pada 27 Agustus 2026 terdapat jadwal pembayaran bunga sukuk ijarah berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 seri A-C ke-5. Hal ini seperti dalam Surat KSEI Nomor: KSEI20881/JKU/0826 tanggal 12 Agustus 2026 perihal Permintaan Dana Bunga Sukuk ljarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 Seri A-C ke-5 (lima). Adapun bunga sukuk ijarah yang harus dibayar Rp 11.656.250.000 atau Rp 11,65 miliar.
BACA JUGA:Pos Properti Optimalkan Aset Perluas SPKLU iGreen+
BACA JUGA:Pos Indonesia Lunasi Pembayaran Imbal Hasil Sukuk Rp 24,11 Miliar
Pos Indonesia mengungkapkan penundaan pembayaran bunga sukuk ijarah itu karena kondisi kas dan likuiditas perseroan saat ini belum dapat membayar atas kewajiban itu.
Penyebab PT Pos Indonesia (Persero) tidak dapat melaksanakan kewajiban pembayaran bunga Sukuk ljarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 Seri A-C ke5 tersebut dikarenakan kondisi kas dan likuiditas Perseroan saat ini belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban dimaksud,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
T Pos Indonesia (Persero) juga telah mengirimkan surat kepada KSEI nomor: 556/DIR-1/08/2026 tanggal 26 Agustus 2026 perihal Permohonan Penundaan Pembayaran bunga Sukuk ljarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 Seri A-C ke-5.
Seiring hal itu, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mengirimkan surat kepada PT Pos Indonesia (Persero) dengan nomor: KSEI6190/DIR/0826 tanggal 27 Agustus 2026 perihal Penundaan Pembayaran Bagi Hasil Ke-5 (lima) Sukuk ljarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II tahun 2025 seri A-C (SIPOST01ACN2, SIPOST01BCN2, SIPOST01CCN2).
KSEI telah menunda pembayaran bagi hasil ke-5 sukuk ijarab berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 seri A-C yang seharusnya dilaksanakan pada 28 Agustus 2026.

/2020/05/17/344703089.jpg)
/2025/07/21/1137651184.jpg)
/2018/07/19/397622532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534571/original/006530700_1773839011-a70cfa04-db45-4195-af9b-db96d0833b27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3755326/original/042106700_1639969079-OJK_Sardjito.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320316/original/034290200_1786344835-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-10_agustus_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336058/original/078757900_1788099807-c8aa79cc-f278-4edd-bf0c-ab5f1bf8ebbc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762236/original/071720400_1709618206-fotor-ai-2024030512563.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310039/original/090428800_1754652469-Upbit_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)