• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

    Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

    Pemerintah Tahan Harga BBM, Berapa Harga Keekonomian Pertamax 92? Ini Kata Pakar

    Pemerintah Tahan Harga BBM, Berapa Harga Keekonomian Pertamax 92? Ini Kata Pakar

    Biaya Marketplace Naik, Seller Mulai Lirik Toko Offline & Kanal Penjualan Mandiri

    Biaya Marketplace Naik, Seller Mulai Lirik Toko Offline & Kanal Penjualan Mandiri

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

    Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

    Pemerintah Tahan Harga BBM, Berapa Harga Keekonomian Pertamax 92? Ini Kata Pakar

    Pemerintah Tahan Harga BBM, Berapa Harga Keekonomian Pertamax 92? Ini Kata Pakar

    Biaya Marketplace Naik, Seller Mulai Lirik Toko Offline & Kanal Penjualan Mandiri

    Biaya Marketplace Naik, Seller Mulai Lirik Toko Offline & Kanal Penjualan Mandiri

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-05-08
0

Laba Turun 17,4% pada 2025, Panca Budi Idaman (PBID) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10%

wmhg.org – JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun 2026 meskipun laba bersih perusahaan mengalami penurunan sepanjang tahun 2025.

Emiten produsen dan distributor kemasan plastik ini tetap optimistis seiring proyeksi membaiknya sektor barang konsumsi dan meningkatnya permintaan kemasan plastik, terutama untuk makanan dan minuman.

Direktur Utama PT Panca Budi Idaman Tbk Vicky Taslim mengungkapkan, kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap pertumbuhan industri consumer goods sehingga berdampak pada peningkatan kebutuhan consumer packaging.

“Pada tahun 2026, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 10%,” ujar Vicky dalam paparan publik di Jakarta, Jumat(8/5/2026).

Pada tahun 2025, penjualan PBID menyusut tipis 0,95% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 5,24 triliun menjadi Rp 5,19 triliun.

Pendapatan PBID tahun lalu bersumber dari penjualan kemasan plastik senilai Rp 3,44 triliun, biji plastik senilai Rp 1,41 triliun dan dari segmen lain-lain sebesar Rp 332,67 miliar.

Dari sisi pemasaran, PBID masih mengandalkan pasar dalam negeri. Penjualan lokal PBID kepada pihak ketiga tercatat senilai Rp 4,58 triliun dan kepada pihak berelasi sebesar Rp 461,07 miliar. Sedangkan penjualan ekspor berkontribusi sebesar Rp 147,47 miliar. 

  PBID Chart by TradingView

Secara bottom line, PBID membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 400,58 miliar sepanjang tahun 2025.

Laba bersih PBID merosot 17,40% dibandingkan keuntungan tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 484,97 miliar.

Vicky menjelaskan, penurunan kinerja tersebut dipengaruhi oleh tren koreksi harga biji plastik sepanjang tahun 2025. Menurut dia, harga bahan baku plastik yang cenderung melemah berdampak terhadap nilai penjualan perusahaan.

“Sepanjang tahun 2025 harga biji plastik itu cenderung terkoreksi. Jadi memang penjualannya turun, tapi profit tetap kami jaga,” jelasnya.

Selain membidik pertumbuhan penjualan, perusahaan juga menargetkan net profit margin di kisaran 8%–10% dan debt to equity ratio (DER) sebesar 15%–20% pada tahun ini.

Vicky menyebut, pertumbuhan penggunaan consumer packaging masih cukup menjanjikan, terutama di segmen makanan dan minuman di pasar tradisional maupun ritel. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum bagi perusahaan untuk meningkatkan volume produksi.

Untuk mendukung target tersebut, PBID akan memperluas pangsa pasar dan jangkauan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperkuat brand value, hingga melakukan inovasi dan diversifikasi produk.

“Dengan menjalankan bisnis yang berkelanjutan, kami yakin dapat memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan serta menciptakan nilai tambah bagi Perseroan,” katanya.

Meski demikian, perseroan tetap menjaga fundamental bisnis dengan mempertahankan margin keuntungan dan mengelola pasokan bahan baku secara hati-hati di tengah volatilitas harga global.

Direktur PBID Tan Hendra menambahkan, komposisi penjualan perseroan masih didominasi segmen kemasan plastik sebesar 60%–65%, sementara biji plastik berkontribusi sekitar 30%–35%.

Menurut dia, pasar tradisional masih menjadi tulang punggung penjualan kemasan plastik PBID dengan kontribusi mencapai sekitar 86%, sedangkan pasar modern dan institusi sekitar 5% serta ekspor sekitar 4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Tersengat Sentimen Amerika Serikat-Iran

Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Tersengat Sentimen Amerika Serikat-Iran

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Sarjito Ingin Ubah Indonesia dari Price Taker Jadi Price Maker

Sarjito Ingin Ubah Indonesia dari Price Taker Jadi Price Maker

2026-08-25
Mendag Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Teken Oktober 2026

Mendag Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Teken Oktober 2026

2026-08-28
Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce

Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce

2026-08-28
Tinggal Jalan, Bos OJK Sudah Siapkan Pejabat Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Tinggal Jalan, Bos OJK Sudah Siapkan Pejabat Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

2026-08-30
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

2026-08-30
Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

2026-08-30
IHSG Sepekan Melemah ke 6.518, Harga Emas hingga Aksi Demo Mempengaruhi

IHSG Sepekan Melemah ke 6.518, Harga Emas hingga Aksi Demo Mempengaruhi

2026-08-30
Harga Emas Pegadaian 29 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kembali Loyo

Harga Emas Pegadaian 29 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kembali Loyo

2026-08-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Perusahaan Jepang Beli 20% Saham Ajaib Senilai US$ 270 Juta

Perusahaan Jepang Beli 20% Saham Ajaib Senilai US$ 270 Juta

2026-08-30
0
Harga Kripto 29 Agustus 2026: Bitcoin Anjlok 3,15%

Harga Kripto 29 Agustus 2026: Bitcoin Anjlok 3,15%

2026-08-30
0
Harga Bitcoin Dekati US$ 80.000, Jadi Aset Safe Haven?

Harga Bitcoin Dekati US$ 80.000, Jadi Aset Safe Haven?

2026-08-30
0
AS Pindahkan Bitcoin Sitaan Alameda, Sinyal Likuidasi?

AS Pindahkan Bitcoin Sitaan Alameda, Sinyal Likuidasi?

2026-08-30
0
Stablecoin Dinilai Bukan Sarana Pembayaran Kredibel Buat Skala Besar

Stablecoin Dinilai Bukan Sarana Pembayaran Kredibel Buat Skala Besar

2026-08-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

2026-08-30
Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

2026-08-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.