Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI). Program ini menjadi langkah strategis memperkuat pembiayaan sektor riil dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa peluncuran PINISI menjadi simbol sinergi lintas lembaga dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan peran intermediasi sektor keuangan.
BACA JUGA:Sulitnya Jaga Pertumbuhan Ekonomi, BI Ungkap 3 Tantangan Besar
BACA JUGA:Ekonomi Global Tak Pasti, BI Ajak Perkuat Ketahanan Nasional
BACA JUGA:Pengamat Ungkap Langkah Agresif BI Tahan Gejolak Rupiah
“Penyelenggaraan program Percepatan Intermediasi Indonesia atau PINISI sebagai wujud sinergi lintas lembaga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).
Menurutnya, meskipun perekonomian global masih dibayangi konflik geopolitik dan ketidakpastian, kondisi domestik Indonesia relatif tetap terjaga. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi yang masih solid, seperti pertumbuhan ekonomi di atas 5%, inflasi yang terkendali, serta konsumsi domestik yang tetap kuat.
“Indonesia masih memiliki resiliensi yang kuat dan ruang untuk tumbuh tetap tinggi dan beberapa lembaga menilai probabilitas resesi Indonesia di bawah 5%,” katanya.
Airlangga menambahkan, penguatan intermediasi menjadi kunci untuk mendorong sektor-sektor prioritas, termasuk hilirisasi industri, ketahanan pangan, manufaktur, hingga ekonomi digital. Selain itu, pembiayaan yang lebih inklusif juga diharapkan dapat mempercepat pengembangan UMKM dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.



/2016/06/14/1203891571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567305/original/031917200_1777274809-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_14.12.50.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357584/original/090784900_1758533603-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_15.12.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566975/original/024041200_1777262351-IMG-20260427-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4054549/original/011680900_1655354022-Harga-Kebutuhan-Pokok-Naik-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566375/original/024985600_1777178530-Nelayan-26_April_2026c.jpg)