Jakarta – Pemerintah menegaskan pembahasan mengenai langkah-langkah mitigasi pelemahan rupiah telah dilakukan secara intensif dan tidak baru dimulai setelah nilai tukar mencapai level tertentu.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pertemuan antara otoritas yang menangani kebijakan ekonomi terus dilakukan secara rutin dan intensif.
BACA JUGA:Purbaya Siapkan Jurus Buat Tarik Lagi Modal Asing ke Indonesia
BACA JUGA:Ratifikasi Perjanjian Ekonomi RI-Uni Eropa Dikebut, Target Implementasi Awal 2027
“Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens,” kata Prasetyo di Kompleks DPR RI, Sabtu (6/6/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai penguatan dolar AS yang masih berlanjut dan potensi pelemahan rupiah lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa koordinasi yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
“Loh lah iya. Ya kan ya bukan berarti kalau kemudian komunikasi intens terus belum menghasilkan seperti yang kita harapkan, kemudian kita tidak ada komunikasi kan enggak begitu juga,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, pergerakan nilai tukar tidak ditentukan oleh satu faktor semata. Banyak variabel yang memengaruhi kekuatan rupiah, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, sehingga penanganannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif.
“Ini kan semua bagian dari upaya. Naiknya nilai tukar Rupiah itu kan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, faktor variabelnya juga banyak gitu,” katanya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8011154/original/013585800_1780850911-IMG-20260607-027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2752322/original/006653200_1552644717-20190314-Hiruk-Pikuk-Petani-Gorontalo-Sambut-Musim-Panen3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8047512/original/073925100_1780890550-Screenshot_2026-06-08_104804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409978/original/045031200_1682764101-Colana_Kripto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)