Jakarta – Pemerintah menegaskan kebijakan pembatasan pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap diberlakukan. Setiap konsumen kini hanya bisa membeli maksimal 25 kilogram atau setara lima kemasan ukuran 5 kg.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan kebijakan ini tidak diikuti dengan kenaikan harga.
BACA JUGA:Pemerintah Salurkan Beras SPHP Kemasan 2 Kg untuk Masyarakat Kurang Mampu
BACA JUGA:Ombudsman Ungkap Hasil Investigasi Program SPHP Beras, Ini Temuannya
BACA JUGA:Pemerintah Bakal Atur Beras SPHP Satu Harga, Segini Harganya di Semua Wilayah
Ada namanya SPHP. Itu beras untuk penyeimbang kalau ada yang mau menaikkan harga. Nah SPHP, kita tidak naikkan. Tetap harganya seperti sekarang, kata Amran dikutip dari Antara, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, kualitas beras SPHP juga semakin baik karena didukung pupuk yang tepat, distribusi yang optimal, serta ketersediaan air yang memadai.
Pembatasan pembelian ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan beras subsidi tersebut benar-benar dinikmati masyarakat luas, bukan diborong oleh pihak tertentu.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga di pasar. Beras SPHP selama ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk menahan lonjakan harga beras di tengah fluktuasi pasokan.
Program ini terus berjalan dengan harga eceran tertinggi (HET) yang tetap, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses beras dengan harga terjangkau.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565096/original/072075300_1777011174-1000298570.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552761/original/002595000_1775826094-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552087/original/091088000_1775798637-ventilasi_rumah_subsidi_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350293/original/016762000_1757995809-peijia-li-AIWSvNU38H8-unsplash.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564493/original/011433300_1776946208-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_18.54.20__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4008026/original/089081400_1651029033-IMG-20220426-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4380624/original/041544900_1680444403-IMG-20230402-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5548113/original/041002800_1775525702-foto2.jpg)